2016, OJK Terima 14.980 Pertanyaan Masyarakat

03 Jan 2017, 15:28

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak awal tahun 2016 hingga 28 Desember menerima 14.980 pertanyaan seputar industri keuangan. OJK juga memberikan 6.781 informasi dan 569 pengaduan. Masing-masing dengan tingkat penyelesaian sebesar 93,3 persen, 91,8 persen dan 86,8 persen.

“Yang paling tinggi dari perbankan, asuransi disusul pembiayaan,” kata anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S Soetiono di kantor OJK, Jakarta.

Dia mengatakan, selama 2016 OJK juga telah menerima 132 laporan investasi ilegal. Dari total itu, 32 laporan telah selesai dianalisis dimana 16 telah masuk proses penyelidikan maupun penyidikan. Untuk urusan ini, OJK bekerja sama dengan Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya dan Polda Kalimantan Timur sesuai dengan tempat pelanggaran pidana. “CSI, Swissindo, dan Pandawa masih berjalan kasusnya. Jumlah investor bodong meningkat karena tingkat edukasi dan akses, terutama di pasar modal,” tukasnya.

Sementara peleburan atau merger enam Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) dia berharap rampung akhir tahun ini. Namun eksekusinya baru bisa berjalan pada awal 2018. Saat ini terdapat enam LAPS yang sudah beroperasi di Indonesia, yakni Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI), Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI), Badan Mediasi Dana Pensiun (BMDP), Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan Indonesia (LAPSPI), Badan Arbitrase dan Mediasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (BAMPPI), serta Badan Mediasi Pembiayaan dan Pergadaian Indonesia (BMPPI).

Dia menjelaskan, saat ini OJK tengah menyusun peta jalan (roadmap) terkait integrasi keenam LAPS tersebut. Tim penyusun melibatkan masing-masing LAPS. Dia mencontohkan, di Australia hanya ada dua atau tiga LAPS. Salah satunya LAPS khusus menangani dana pensiun. “Sejak 2016 sudah beroperasi enam LAPS, tapi berdasarkan masukan lebih efisien dan standar kalau dilakukan penyatuan,” ucap dia.

Kehadiran enam Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Usaha Jasa Keuangan (LAPS-UJK) oleh OJK diharapkan mampu menyelesaikan sengketa di antara Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yakni perbankan, pasar modal, asuransi, perusahaan penjaminan, lembaga pembiayaan dan pegadaian serta dana pensiun dengan nasabah atau konsumen.Lona Olavia/WBP

askrida | Sumber : beritasatu.com/ekonomi/407111-2016-ojk-terima-14980-pertanyaan-masyarakat