2017, Asuransi Umum Bisa Pasarkan Unit-linked

09 Dec 2016, 08:51

Otoritas Jasa Keuangan menargetkan pada awal 2017 dapat meluncurkan peraturan yang membuka kesempatan bagi asuransi umum untuk menerbitkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau produk unit-linked.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK Dumoly F. Pardede mengungkapkan pihaknya telah merampungkan draf POJK tersebut. Saat ini, jelasnya, aturan itu dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.

"POJK-nya sudah selesai, tetapi [sedang] harmonisasi regulasi," ungkapnya kepada Bisnis.

Dumoly memperkirakan pada awal tahun ini ketentuan tersebut dapat diterbitkan. Dengan begitu, pelaku usaha di sektor asuransi umum sudah bisa menerbitkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI).

Namun, Dumoly belum bisa merincikan adanya persyaratan khusus yang ditetapkan bagi pelaku asuransi umum agar bisa meluncurkan produk unit-linked. “[Target peluncuran] Awal tahun-lah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dumoly mengatakan pemasaran produk PAYDI oleh asuransi umum sudah menjadi praktek umum di berbagai negara maju. Pasalnya, kebijakan itu akan memberikan perlindungan yang lebih maksimal kepada konsumen.

Hasil investasi yang diolah perusahaan asuransi umum dapat menjadi diskon premi untuk membayar premi renewal apabila nasabah tidak memiliki catatan klaim selama periode tertentu.

Dengan begitu, PAYDI yang dipasarkan asuransi umum akan berebeda dengan produk unit-linked asuransi jiwa yang mana pemegang polis menerima manfaat pertanggungan berupa biaya klaim sekaligus hasil investasi yang dikelola perusahaan.

Produk unit-linked asuransi umum, ungkap Dumoly, akan cocok untuk diterapkan kepada lini bisnis kendaraan bermotor. Jenis asuransi itu pun hingga saat ini menjadi kontributor premi yang dominan bagi industri.

askrida | Sumber : finansial.bisnis.com/read/20161206/215/609701/2017-asuransi-umum-bisa-pasarkan-unit-linked