3 Asuransi yang Kamu Butuhkan saat Terjadi Gempa

29 Dec 2017, 16:39

Bencana bisa datang kapan saja, tanpa diduga sebelumnya. Hal ini juga yang terjadi di Tasikmalaya. Kota di Jawa Barat itu pada pukul 23.47 WIB, Jumat (16/12) malam, diguncang gempa sebesar 6,9 magnitudo. Akibat gempa ini, sejumlah rumah, sekolah, dan bangunan lainnya rusak ringan hingga berat. Bahkan dilaporkan gempa ini juga menelan korban jiwa.

Dampak dari bencana alam sangat merugikan bagi masyarakat salah satunya dari segi ekonomi. Rumah dan harta benda yang rusak membutuhkan biaya khusus untuk memperbaiki. Apalagi jika merenggut nyawa, maka keluarga yang ditinggalkan bisa jadi kehilangan salah satu sumber penghasilan.

Menurut Pengamat Keuangan Mike Rini, bencana tidak dapat diantisipasi. Namun dari sisi kesiapan keuangan, hal tersebut bisa dipersiapkan melalui dana darurat dan asuransi. Ada 3 asuransi yang penting dimiliki masyarakat.

1. Asuransi Rumah dan Harta Benda

"Salah satu aset yang paling berharga adalah rumah. Kalau terjadi gempa dan sampai rusak parah, butuh biaya besar itu," ungkap Mike saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Sabtu (16/12). Menurut Mike, asuransi ini penting dimiliki masyarakat terutama yang tinggal di daerah dengan risiko gempa yang tinggi.

Namun yang perlu diperhatikan menurut Mike adalah memastikan asuransi tersebut juga tersedia untuk kerusakan yang diakibatkan oleh gempa. "Asuransi rumah kadang cuma cover kebakaran aja. Ini yang harus dipastikan apakah asuransi tersebut juga meng-cover kerusakan karena gempa," ungkap Mike.

Menurutnya, untuk asuransi perlu dilihat juga kontrak penggantiannya. "Misalnya uang pertanggungannya 70% dari kerusakan atau 50% dari nilai rumah. Itu perlu di-review lagi," ungkap Mike. Selain rumah secara fisik, Mike juga menyarankan untuk melindungi barang berharga yang ada di dalam rumah.

"Berarti itu ada perluasan tanggungan barang-barang yang disebut di kontrak asuransi. Isinya tergantung si pemilik mau masukin apa. Makin banyak maka tinggi preminya," ungkap Mike.

2. Asuransi Kendaraan

Sama dengan asuransi rumah, Mike juga menyarankan agar masyarakat memiliki asuransi kendaraan. "Ini juga harus melihat lagi apakah asuransi itu juga meng-cover kendaraan kita dari kerusakan karena gempa," ungkap Mike. Ia mencontohkan, kendaraan bisa saja rusak karena tertimbun reruntuhan yang diakibatkan gempa.

 "Selama ini masyarakat fokus pada asuransi kendaraan karena kecelakaan. Namun sekarang harus mengantisipasi juga untuk risiko bencana alam," ungkap Mike. Hal ini perlu disadari oleh masyarakat terutama bagi mereka yang telah memiliki kendaraan pribadi.

3. Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Selain rumah dan kendaraan, Mike juga mengatakan pentingnya asuransi untuk meng-cover risiko yang terjadi pada diri sendiri. "Misal bencana tersebut berisiko pada diri kita, sampai meninggal, keluarga yang ditinggalkan akan kehilangan sumber penghasilan. Uang pertanggungannya berapa, cukup tidak untuk keluarga yang kita tinggalkan," ungkapnya. Selain asuransi jiwa, Mike juga menambahkan tentang pentingnya asuransi kesehatan.

Menurut Mike, asuransi kesehatan ini biasanya akan meng-cover jika terjadi kecelakaan termasuk saat gempa. "Untuk itu akan lebih baik lagi jika punya asuransi swasta dan BPJS Kesehatan yang dari pemerintah. Karena bisa saling melengkapi," ungkap Mike.

Hal ini untuk mengantisipasi risiko kecelakaan yang disebabkan bencana. "Karena mungkin ada jenis kecelakaan yang tidak ditanggung swasta, tapi bisa dicover BPJS," ungkapnya.

Menurut Mike, semakin detail perangkat asuransi yang dimiliki seseorang, maka semakin mahal premi yang ditanggung. Hal tersebut tentunya harus sesuai dengan kemampuan setiap individu. "Harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan setiap orang. Yang penting dananya ada," tutupnya.

Sumber : kumparan.com