4 Mitos Asuransi Motor yang Perlu Anda Ketahui

19 Oct 2015, 08:30

VIVA.co.id - Cicilan motor belum lunas, barangnya sudah hilang dicuri orang. Waduh, sial sekali ya? Memang tingkat pencurian kendaraan bermotor di Indonesia saat ini terus melonjak naik. 
 
Inilah yang menyebabkan banyak pengendara motor semakin menyadari pentingnya asuransi bagi kendaraan sehari-hari mereka.
Dengan pertimbangan akan mendapatkan ganti rugi saat motor hilang, maka banyak pengendara memilih asuransi motor jenis TLO (Total Lost Only). 

Selain preminya lebih murah, asuransi ini juga menanggung jika terjadi motor hilang atau mengalami tabrakan parah.    
 
Tapi, anggapan bahwa asuransi TLO dapat memberikan jaminan ganti rugi saat motor hilang atau rusak, perlu diluruskan kembali. 

Kondisi kehilangan seperti apa yang akan ditanggung TLO? Keadaan rusak yang bagaimana yang akan mendapat jaminan ganti rugi?
 
Nah, daripada bingung dan merasa terjebak saat sudah membeli, mendingan simak dulu mitos-mitos tentang asuransi TLO berikut ini.
 
Mitos 1. Asuransi TLO memberikan jaminan ganti rugi saat motor hilang
 
Faktanya, tidak semua kasus motor hilang mendapat ganti rugi dari asuransi TLO. 

Asuransi TLO akan mengganti kerugian atas kehilangan motor karena pencurian saat motor diam (motor dicuri di parkiran), perampasan atau penodongan.
 
Asuransi TLO biasanya tidak bertanggung jawab atas kehilangan motor jika:
-    Motor hilang karena dibawa kabur teman atau saudara. 
-    Anda mengalami penipuan atau penggelapan motor seperti kasus motor 
dijual tanpa sepengetahuan Anda. 
-    Juga saat motor diambil orang dalam pengaruh hipnotis.  
Mitos 2. Asuransi TLO juga menjamin ganti rugi jika motor rusak akibat tabrakan
 
Faktanya, Asuransi TLO akan memberikan ganti rugi kerusakan motor akibat tabrakan, benturan, terbalik, atau tergelincir. Tapi dalam kondisi kerusakan minimal atau di atas 75 persen. 

Istilahnya, rusaknya musti sampai keadaan yang menyebabkan motor tidak bisa digunakan lagi. Jadi, jika motor rusak akibat tabrakan, namun motor tersebut masih tetap bisa digunakan, maka pihak asuransi tidak akan menanggung biaya perbaikan motor.
 
Mitos 3. Beli asuransi TLO lebih murah
 
Faktanya, Memang benar, premi asuransi TLO lebih murah dibanding jenis All Risk (risiko penuh). Apalagi asuransi All Risk motor biasanya belinya musti borongan.
 
Misalnya Anda membeli motor Honda Scoopy FI 2013 dengan harga On The Road (OTR) Rp14,25 juta. Dengan rate asuransi TLO sebesar 2,5 persen, maka Anda hanya harus membayar premi tahunan sebesar Rp 356.250.
 
Tetapi dengan pertanggungan yang hanya mencakup risiko kehilangan dan kerusakan parah (minimal 75 persen), ada banyak risiko yang tidak ditanggung asuransi ini. Misalnya, tersenggol kendaraan lain, tergores, dan benturan ringan.
Padahal itu sudah menjadi risiko-risiko setiap hari yang dialami oleh motor. Akibat dari kasus-kasus tadi mengharuskan Anda pergi ke bengkel untuk memperbaiki atau mengganti onderdil yang penyok. 

Jika dihitung-hitung, bisa saja biaya ke bengkel untuk perbaikan dalam setahun bisa jadi lebih besar dari premi. Makanya, untuk menentukan asuransi TLO lebih murah, Anda harus lebih cermat dalam berhitung-hitung sebelum membeli.

Mitos 4. Mendapat ganti rugi 100 persen saat motor hilang
 
Faktanya, Anda tidak akan mendapat ganti rugi sebesar nilai sepeda motor, karena akan dikurangi angka penyusutan per tahunnya.
 
Dengan rumus sebagai berikut, harga on the road (OTR) motor, yakni nilai penyusutan kali harga OTR motor. Misalnya motor Honda Scoopy FI 2013 dengan harga OTR Rp14,25 juta. Perhitungannya: Rp14.250.000–(10 persen x Rp14.250.000) = Rp 12.825.000
 Nah, sekarang Anda sudah lebih mengetahui fakta-fakta seputar asuransi kendaraan bermotor TLO. Jadi saat memilih asuransi jenis ini, minimal ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kerugian yang tidak ditanggung asuransi.
 
1. Pastikan Anda menjaga keamanan motor sendiri. 

Jangan meminjamkan motor pada teman yang belum dipercaya. Ingat, motor yang dibawa kabur orang yang dikenal tidak akan dianggap sebagai pencurian oleh pihak asuransi.
 
2. Pastikan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) tidak berpindah tangan. 

Jangan sampai motor Anda digadaikan hanya dengan modal BPKB oleh orang terdekat Anda yang tidak bertanggung jawab. Kasus seperti ini juga tidak akan diganti rugi oleh pihak asuransi.
 
3. Pastikan berkendara dengan aman di jalan. 

Memang, risiko tersenggol atau benturan akan selalu ada. Namun dengan berkendara secara aman, Anda bisa  meminimalisir kerusakan ringan pada kendaraan yang tidak dijamin oleh asuransi TLO. 
 
Selain mengetahui fakta-fakta tentang asuransi motor TLO, mungkin Anda juga tertarik mengetahui produk-produk asuransi yang paling tepat untuk Anda. Bisa langsung cari tahu dan tanya ke DuitPintar.com.
Baca cermat klausul asuransinya. Niscaya Anda jadi tidak merasa dirugikan saat mengajukan klaimnya. (ren)

Sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/687972-4-mitos-asuransi-motor-yang-perlu-anda-ketahui