AAUI Minta Tambah Pengelola Asuransi Pertanian

07 Mar 2016, 07:15

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengaku, progres asuransi pertanian hingga kini masih berjalan lamban. Ini karena para petani belum tersosialisasi dengan baik sehingga petani yang memanfaatkan asuransi pertanian masih sedikit.

Ketua Umum AAUI Yasril Y Rasyid mengatakan, dari target satu juta hektare (ha), lahan yang diasuransikan petani hanya 30 persen atau sekitar 300 ribu ha. Padahal untuk satu ha lahan sawah, petani hanya membayar Rp36 ribu per ha tiap musim tanam.

"Asuransi pertanian ini 80 persen disubsidi pemerintah, sedangkan 20 persen dibiayai petani. Oleh karena itu OJK (Otoritas Jasa Keuangan) berpikir untuk menambah jumlah perusahaan (pengelola asuransi pertanian), bukan hanya Jasindo," ujar Yasril kepada Metrotvnews.com di Kantor AAUI, Gedung Permata Kuningan, Jalan Kuningan Mulia Kav 9C, Guntur, Jakarta Selatan, Selasa (1/3/2016).
Dia membeberkan, Jasindo dipilih sebagai pengelola asuransi pertanian karena merupakan perusahaan milik negara di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jika Jasindo kesulitan dalam mengelola, Yasril meminta agar pemerintah membuka perusahaan asuransi lain untuk mengelola.

"Tapi kalau umpamanya Jasindo kewalahan atau penetrasinya kurang, bisa melibatkan asuransi lain juga. Sehingga jangkauannya lebih luas," papar dia.

Yasril mengaku, jika perusahaan pengelola asuransi pertanian dibuka kepada yang lain, maka diyakini akan mendorong petani untuk mengasuransikan lahannya.

"Jadi kita bisa membuka agen ke petani melalui kontak tani. Kalau begitu, nanti kontak tani dapat kompensasi karena mendapat fee-nya," tutup Yasril.

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebanyak Rp150 miliar untuk mengantisipasi gagal panen akibat banjir. Proteksi terhadap tanaman pertanian itu dirancang oleh OJK bersama dengan Kementan dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Dalam asuransi yang baru diterapkan tahun ini, pemerintah menanggung lahan pertanian sebesar Rp6 juta per ha dengan premi Rp180 ribu per ha. Premi itu dirumuskan dengan skema subsidi sebesar 80 persen yang ditanggung pemerintah sementara 20 persen sisanya ditanggung oleh petani, sehingga petani hanya membayar premi sebesar Rp36 ribu.


SAW
Sumber: http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2016/03/01/492392/aaui-minta-tambah-pengelola-asuransi-pertanian