AAUI: Pertumbuhan Asuransi Rangka Kapal Masih Prospektif Tahun Depan

18 Dec 2015, 10:15

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah kalangan meyakini premi asuransi jasa perlindungan dan ganti rugi perkapalan masih mampu bertumbuh signifikan pada 2016 lantaran implementasi kewajiban penyingkiran rangka kapal sejak September 2015.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Yasril Y. Rasyid menjelaskan hingga saat ini premi asuransi rangka kapal atau perlindungan dan ganti rugi (protection & indemnity/P&I) meningkat signifikan.

Pasalnya, penyingkiran rangka kapal yang diwajibkan dalam Peraturan Menteri Perhubung an No.71/2013 tentang salvage maupun pekerjaan bawah air masih menjadi bagian dari produk asuransi rangka kapal.

Kondisi lebih baik diproyeksikan akan terjadi pada tahun depan. Apalagi, menurutnya, jika jasa penyingkiran kapal itu dapat di perluas dengan asuransi P&I yang juga menjamin risiko polusi, dan awak kapal.

“Tahun depan akan semakin besarnya preminya karena faktor wajib tersebut,” katanya kepada Bisnis, Rabu (17/12/2015).

Yasril mengungkapkan konsorsium asuransi perlindungan dan ganti rugi perkapalan yang dipimpin PT Tugu Pratama Indonesia menyediakan premi asuransi yang lebih murah dan mudah dalam penutupan serta penyelesaian klaimnya.

Dengan begitu, para pemilik kapal diyakini lebih tertarik untuk membeli premi tersebut. Menurutnya, perlindungan asuransi dilengkapi sistem yang memungkinkan pengecekan berbasis teknologi informasi sehingga otoritas pela buhan dengan mudah dapat memberikan izin pelayaran.

“Syahbandar dan Ditjen Hubla bisa mengetahui dengan cepat apakah kapal sudah punya asuransi atau belum, sehingga bisa membe rikan izin pelayaran.”

Pada 30 November 2015, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan mengeluarkan Surat Edaran No.UM.003/94/16/DJPL.15.

Dalam SE itu, Dirjen Hubla Bobby R. Mamahit kembali mengingatkan pemilik kapal agar mengasuransikan kapalnya untuk penyingkiran kerangka kapal dan perlindungan serta ganti rugi. Kapal berukuran 35 GT (gross tonage) atau lebih dan berlayar di dalam negeri wajib meng gunakan asuransi itu.

Kapal yang berlayar ke luar negeri dan berukuran 300 GT atau lebih juga wa jib memilikinya. “Dan kapal kayu sudah wajib memiliki asuransi penyingkiran kerangka kapal sejak 14 April 2015, sesuai dengan tanggal diberlakukannya aturan wreck re moval dalam Konvensi Internasional Nairobi.”

Sumber: http://finansial.bisnis.com/read/20151217/215/502758/aaui-pertumbuhan-asuransi-rangka-kapal-masih-prospektif-tahun-depan