AAUI: Pertumbuhan Premi Asuransi Umum Jeblok

13 Mar 2016, 07:55

Mtrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat premi bruto industri asuransi umum pada 2015 sebesar Rp58,9 triliun atau mengalami pertumbuhan sebanyak 6,7 persen dibandingkan dengan perolehan premi di tahun sebelumnya.

Namun demikian, pertumbuhan tersebut mengalami penurunan cukup signifikan bila dibandingkan dengan pertumbuhan premi pada 2014 yang mencapai 17,9 persen dengan pembukuan premi bruto senilai Rp55,2 triliun.

Ketua Umum AAUI Yasril Y Rasyid mengungkapkan, awalnya AAUI optimistis pertumbuhan premi bruto industri asuransi pada 2015 sebesar 12-13 persen, karena hingga kuartal III-2015 pertumbuhannya lebih dari 10 persen. Sayangnya, pada kuartal akhir 2015 pertumbuhannya justru anjlok sehingga hanya berhasil mencatat 6,7 persen.

"Menurut saya ada dua jenis usaha terbesar market share yakni asuransi harta benda (properti) dan kendaraan bermotor yang anjlok. Meski secara nominal mengalami peningkatan namun secara persentase memperlihatkan penurunan," ujar Yasril, di Kantor AAUI, Gedung Permata Kuningan, Jalan Kuningan Mulia Kav 9C, Guntur, Jakarta Selatan, Selasa (1/3/2016).

Bahkan, kata dia, kelas usaha kendaraan bermotor memperlihatkan penurunan paling tinggi sebesar 82 persen bila dibandingkan peningkatan tahun sebelumnya dengan pembukuan premi bruto Rp16,3 triliun. Di sisi lain, pertumbuhan terbesar dibukukan oleh lini asuransi kredit sebesar 52,8 persen dengan nominal Rp3,9 triliun.

Menurut dia, penurunan dua kelas usaha terbesar disebabkan oleh adanya Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penetapan Tarif Premi atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor.

"Kalau apple to apple-nya dengan bisnis dan volume yang sama itu akan terjadi penurunan premi. Itu menyebabkan di mana penurunan tarif mempengaruhi pada account-account renewable," papar dia.

Sayangnya pelemahan ekonomi turut menyumbang anjloknya pertumbuhan premi asuransi pada kendaraan bermotor. Daya beli masyarakat yang anjlok memperkeruh pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor yang pada 2015 ini hanya tumbuh 3,2 persen.

"Jadi dari dua segmen pasar ini sangat signifikan pengaruhnya karena dua jenis asuransi ini merupakan yang terbesar market share portofolionya. Kita kaget proyeksi di atas 10 persen tapi hanya tumbuh 6,7 persen," tutup Yasril.


(ABD)


Sumber: http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2016/03/01/492153/aaui-pertumbuhan-premi-asuransi-umum-jeblok