Apa sih Asuransi Engineering?

26 Jul 2016, 07:53

Jenis asuransi  engineering  yang popular  saat ini adalah  terbatas pada CAR  (Construction All Risks) dan EAR (Erection All Risks) Insurance  Baik CAR dan EAR memberikan  ganti rugi  akibat terjadinya  risiko  yang dapat  dinilai  pada saat  terjadinya kerugian karena suatu peristiwa tak terduga  dan terjadinya tiba-tiba.

Jenis Asuransi Engineering  (Standard Munich Re)  terbagi dalam :

OBJEK YANG DI COVER DALAM ASURANSI ENGINEERING

  1. Pekerjaan Utama
  2. Pekerjaan pelengkap  yang menunjang pekerjaan  utama
  3. Pekerjaan Persiapan
  4. Material yang di suplai oleh pemilik proyek
  5. Alat-alat konstruksi
  6. Alat-alat besar / mesin-mesin konstruksi
  7. Biaya untuk membersihkan reruntuhan
  8. Tanggung jawab hukum  terhadap  pihak ketiga  (TPL)

SIAPA SAJA YG  MENJADI TERTANGGUNG DALAM ASURANSI ENGINEERING

  1. Pemilik Proyek (Principal /Bouwheer)
  2. Pelaksana Proyek  (Contractors) dan atau
  3. Sub Contractors
  4. Pihak-pihak lain  sebagaimana  dimaksud dalam Kontrak Kerja

BAGAIMANA MENENTUKAN NILAI PERTANGGUNGAN

Pada dasarnya  harga-harga  pertanggungan  ditentukan  oleh Tertanggung dan dalam prakteknya  selalu disesuaikan  dengan ” Nilai Proyek” keseluruhan  kontrak pelaksanaan pemborongan

JANGKA WAKTU PERTANGGUNGAN

Dimulai sejak  bahan-bahan/barang-barang  pembangunan dibongkar/diletakan dilokasi proyek , dilanjutkan dengan pembangunan  dan berakhir  setelah proyek  selesai  sampai diserahkan  dengan  timbang terima  kepada pemilik. Dapat juga diberikan  perluasan  jaminan  selama  masa maintenance/pemeliharaan sampai  pada penyerahan  terakhir  dari  pelaksanaan  kepada  pemilik proyek. Masing-masing  periode di atas harus  dirinci  secara tegas  dalam polis

  1. Masa pembangunan  (Construction Period)
  2. Masa pemeliharaan ( Maintenance Period)
  3. Guarantee Cover  / Masa jaminan  :  Perluasan untuk  pekerjaan pemasangan (EAR)

Maintenance Period ada 2 yaitu

  1. Maintenance Visit Cover : Mengcover  kerugian/kerusakan  akibat  pekerjaan pemeliharaan
  2. Extended  Maintenance  Cover : mengcover  Visit cover  plus  kerugian / kerusakan  yang terjadi  dalam masa pemeliharaan  disebabkan  oleh  pekerjaan proyek  sebelum serah terima

RISIKO YG DI JAMIN DALAM SECTION  I  MATERIAL DAMAGE

  • Kebakaran
  • Sambaran petir
  • Ledakan
  • Tertimpa pesawat  terbang/udara
  • Act of God
  • Pencurian

JAMINAN  SECTION 2 – THIRD  PARTY  LIABILITY (TPL)

Kerugian keuangan pihak ke III  yang secara hokum  merupakan  tanggung jawab  dari tertanggung yang disebabkan oleh :

  • Kecelakaan /kerugian harta Benda  (Material Damage)
  • Kecelakaan diri (Bodily Injury) : Luka Badan,  Sakit, kematian

Yang ditimbulkan oleh  pekerjaan proyek site. Biaya peradilan  pihak ke III  yang dapat dituntut dari tertanggung dan biaya lainnya  sesuai dengan persetujuan Tertanggung

PERLUASAN JAMINAN TPL

Cross Liability : dimana Tertanggung lebih dari 1 (satu ) pihak  / nama  masing-masing dianggap  sebagai pihak ketiga  dari pihak lainnya . Pada Section 2-TPL berlaku diantara masing-masing pihak / nama  yang menjadi tertanggung.

Pengecualian  untuk kerugian atau kecelakaan  yang di jamin  dalam Section I Material damage dan BI pegawai / buruh  yang  dijamin / dapat  dijamin  dalam  asuransi  Employer  liability /  Workmen Compensation Act

CONTRACTORS ALL RISK/ ERECTION ALL RISK

  • CAR  dimana pekerjaan teknik  sipil  (Civil Work ) meliputi  mekanika tekinik beton, Sipil basah, pembangunan gedung, pembangunan prasarana  jalan, jembatan ,DAM, Irigasi dll dan pekerjaan Tanah  spt perataan, penimbunan dll
  • EAR : dimana pekerjaan  untuk pemasangan  mesin  industri dan Non Industri, pemasangan peralatan  elektrik, pemasangan  jaringan telepon, jaringan pipa besi/baja, pemasangan /pembangunan  struktur  besi baja spt gedung, pabrik, menara, jembatan, pelabuhan dan lain-lain.

Jika ada kombinasi pekerjaan antara CAR dan EAR, maka

  • Harga pertanggungan  CAR lebih dari 50 % dan EAR kurang dari 50 %  maka digunakan polis CAR.
  • Harga pertanggungan  EAR lebih dari 50 %  dan CAR kurang dari 50 % maka digunakan polis  EAR.
  • Jika EAR dan CAR  50 % : 50 %  relatif Imbang  maka  alternatifnya adalah masing-masing polis  atau  ambil salah satu polis CAR atau EAR dengan tambahan  T/C  dari polis yang lain,  atau dengan polis gabungan  CAR dan EAR

PROSES AKSEPTASI /PENUTUPAN ASURANSI

Tertanggung di haruskan mengisi  quistionere atau SPPA  = Surat Permohonan  Permintaan Asuransi yang harus dilengkapi  dengan data pendukung yaitu :

  • Lay out
  • Bill of Quantity
  • Bar Chart/Time Schedule
  • Report of Soil condition

Sedangkan  dalam menetukan tingkat premi . term  and condition  berdasarkan faktor-faktor  sebagai berikut:

  • Type  of Project
  • Nature exposure spt Gempa Bumi , Flood dan Windstorm
  • Teknik konstruksi
  • Design Feature dan material
  • Safety/security measures
  • Time Schedule‚Äč

askrida | Sumber : asuransirekayasa.blogspot.co.id