ASKRIDA Incar Premi Tumbuh 20%

28 Jun 2016, 10:40

PT Asuransi Bangun Askrida menargetkan premi perusahaan dapat tumbuh 20% hingga akhir tahun dibandingkan realisasi 2015. Didiet S. Pamungkas, Direktur Utama Asuransi Bangun Askrida, mengatakan saat ini bisnis perusahaan di topang oleh captive market. Dari total bisnis perusahaan, captive market menyumbang 80% pendapatan premi. Untuk memperbesar perusahaan, Didiet menyatakan, di samping mempertahankan yang telah ada. Perusahaan juga tengah mengembangkan bisnis non captive.

"Agar tercipta keseimbangan portofolio bisnis antara captive market dan noncaptive market," kata Didiet di Jakara, Senin (27/6/2016). Dia mengatakan dengan pertimbangan asumsi makro ekonomi, serta pertumbuhan bisnis. Pihaknya menargetkan dapat membukukan premi Rp2,57 triliun naik dari realisasi tahun lalu sebesar Rp2,16 triliun. "Diharapkan dengan target tersebut, maka market share Askrida di industri untuk perusahaan asuransi umum nasional dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan di atas 4,2%," kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga menargetkan dapat menjadi lima besar dalam asuransi umum hingga 2019. Untuk merealisasikan ini, Bangun Askrida menargetkan premi dapat tumbuh 20% tiap tahun. Perusahaan juga menetapkan hasil underwriting tumbuh rata-rata 20% dengan imbal hasil minal selalu meningkat 6% tahun. Bangun Askrida, kata dia, juga menekankan biaya usaha maksimal 5% dari premi bruto dengan laba rata-rata 20% pertahun. Pihaknya, kata Didiet, juga tengah mengambil kebijakan pengembangan organik maupun pengembangan non organik. Untuk non organik lebih diarahkan kepada pengembangan anak perusahaan-anak perusahaan yang saling menunjang.

Berdasarkan laporan keuangan 2015, saat ini pemegang saham Bangun Askrida terdiri dari Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia sebanyak 40,76%, Yayasan Kesejahteraan Pegawai dan Dana Pensiun Bank Pembangunan Daerah sebanyak 42,46%, serta Bank Pembangunan Daerah (DKI Jakarta, DI Aceh, Jawa Barat dan Banten, Kaltim) sebesar 16,76%.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menyatakan program pemerintah menjadi penopang kinerja asuransi umum. Program kredit pemerintah bagi usaha mikro kecil menengah dan koperasi turut mendongkrak pendapatan asuransi kredit. Hingga 31 Maret 2016 pendapatan premi di asuransi kredit tumbuh 14,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Julian Noor, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), mengatakan berdasarkan data AAUI, bisnis yang juga tumbuh di atas rata-rata adalah penjaminan proyek (suretyship). Sedangkan linu lainnya adalah Marine Cargo dan Marine Hull yang ditopang dengan program toll aut Presiden Joko Widodo.

askrida | Sumber : finansial.bisnis.com