Askrida Jadi Percontohan Asuransi Sulteng

26 Feb 2018, 17:11

PT Asuransi Bangun Askrida cabang kota Palu yang sejak tahun 2010 berdiri, pada (24/1) resmi menempati gedung baru di jalan Setiabudi. Dimana sebelumnya Askrida berkantor di gedung Bank Sulteng dan di Hotel Pattimura.

Dalam acara tasyakuran tersebut gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili asisten gubernur bidang administrasi umum dan organisasi Mulyono, SE., Ak., MM memberi selamat kepada Askrida dan seluruh jajarannya yang telah menempati gedung baru. Ia memandang kantor baru yang saat ini merupakan wujud bentuk peningkatan pelayanan oleh Askrida kepada masyarakat. Disamping itu juga guna mendukung lancarnya koordinasi dan supervisi antara cabang Palu dengan kantor pusat yang ada di Jakarta.

Mulyono pun mengapresiasi kinerja Askrida, pasalnya perusahaan ini sebutnya, telah menjadi perusahaan asuransi yang tercepat, terdepan dan terbukti juga dipercaya oleh masyarakat Sulawesi Tengah. Dengan capaian tersebut, Mulyono dalam sambutannya berharap, model pelayanan Askrida dapat dijadikan contoh dan sumber inspirasi bagi perusahaan asuransi lainnya, dengan melahirkan produk layanan yang memberi perlindungan asuransi lengkap dan cerdas.

Apresiasi yang diberikan tersebut kepada Askrida pasalnya, tidak terlepas atas sumbangsihnya terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah. “Askrida semoga menjadi panutan, dan sebagai pemberi asuransi yang cerdas dan lengkap. Karena tugas Askrida dapat memproteksi masyarakat yang dimana musibah tidak dapat diduga, disamping itu pula menambah literasi kepada masyarakat akan pentingnya sebuah asuransi”, Kata Mulyono.

Perkembangan industri asuransi memperlihatkan meningkatnya ekonomi. Asisten Mulyono mengungkapkan, paradigma lama mengenai pandangan kebanyakan orang bagaimana menyimpan uang ditempat yang kurang aman masih kerap ditemui, apalagi di masyarakat yang belum melek literasi perihal asuransi. “Keluarga saya dulu menyimpan uang di lumbung padi, karena kami berpikir apakah bank bisa dipercaya, paradigma ini yang menjadi tugas Askrida dan bersama”, ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut perwakilan dari otoritas jasa keuangan (OJK) Supri Andi Yunus pun memberi apresiasi kepada Askrida, sekaligus ia meminta kepada Askrida senantiasa membuat produk yang berorientasi kepada kebutuhan masyarakat, karena menurut Supri sangat banyak kebutuhan di provinsi akan asuransi, diluar produk Askrida sebelumnya yang telah mapan. Ia menyebutkan, beragam usaha lain yang perlu dijangkau olehnya seperti pengusaha dan petani budidaya tambak udang, pertanian jagung. Dan yang lainnya.

Hal tersebut disampaikan olehnya berdasarkan standar world bank. Bahwa industri keuangan dikatakan baik, apabila dapat dijangkau dengan mudah dan cepat oleh masyarakat. Disamping itu perkembangan tersebut masih perlu kolaborasi semua pihak, karena menurutnya, masyarakat Indonesia secara umum baru 22,55% yang memahami akan literasi produk keuangan, dan baru 65% yang dapat mengaksesnya.

Supri Andi juga berharap agar Askrida terus bertumbuh secara signifikan dan stabil. Dan menekankan selain mudah dijangkau dan cepat, Askrida dapat berkontribusi dalam pemerataan ekonomi masyarakat, dengan jalan meningkatkan perannya melalui dukungan produknya terhadap usaha kecil dan menengah. Hal itu disampaikannya mengingat OJK mempunyai tugas yang kurang lebih sama, yakni berkewajiban mendorong industri keuangan di tengah masyarakat, serta berinovasi untuk meningkatkan literasi masyarakat akan jasa dan layanan produk keuangan.

“Kesemuanya perlu kolaborasi. OJK Mengapresiasi Askrida, Agar terus stabil dan signifikan, berharap mudah dijangkau oleh masyarakat. Berkontribusi pemerataan ekonomi dan peningkatan kepada pelaku UMKM. Pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan kerja. Dan perekonomian lebih merata”, ujar Supri Andi Yunus.

Senada dengan apa yang disampaikan sebelumnya, direktur utama bank Sulteng Rahmat Abdul Haris memberikan penghargaan yang tinggi, menurutnya Askrida memiliki tata kelola keuangan yang luar biasa. Ia pun membenarkan, bahwa pertumbuhan ekonomi. Wabil khusus di Sulawesi Tengah diperlukan kerjasama semua pihak.

Ia menyampaikan bahwa pada kesempatan lalu, telah bersama menggelar rapat dengan pemerintah provinsi. Dimana rapat tersebut bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah. Salah satu tujuan percepatan ekonomi adalah dapat meningkatkan dan mengelola resiko di sektor pertanian, karena selama ini sektor pertanian belum masif dalam proteksi asuransi. Berbeda dengan usaha atau bidang jasa lainnya.

“Direncanakan kredit produktif dan kredit mikro, kemarin bersama pak Mulyono. Seperti petani apabila ada gagal panen dan bencana dapat diproteksi”, kata Rahmat. Hal tersebut menurut Rahmat, dikarenakan sektor usaha atau jasa selain pertanian sudah berjalan dengan baik, bahkan ia mengatakan sangat bergairah. Dimana ia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah mencapai angka rerata pertumbuhan nasional. Yaitu 9,8%. Dimana terdapat 31 triliun rupiah aset perbankan, sedangkan jumlah kredit yang tersalur mencapai 32 triliun rupiah. Angka tersebut yang menurut penilaiannya membuat perputaran uang di Sulawesi Tengah sangat bergairah, bahkan cenderung panas kelakarnya. Ia mengatakan ada kelebihan antara kredit yang tersalur dengan aset perbankan, disebabkan investasi dana dari luar Sulawesi Tengah.

Direktur Askrida Didiet Sandjoto Pamungkas mengucapkan terimakasih kepada seluruh undangan dan mitra yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mendoakan dalam acara tasyakuran gedung baru tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa Askrida yang saat ini telah memiliki gedung sendiri, merupakan sebab dan berkat kepercayaan semua pihak. “Ini tak lepas dari dukungan dan kepercayaan semua, baik pemegang saham mitra bisnis dan relasi sehingga ini dapat tercapai”, kata Didiet.

Didiet dalam sambutannya juga berharap agar kerjasama dengan semua pihak tersebut dapat terjalin dengan baik dan ditingkatkan. Dan dapat menjadi “Mitra Dalam Usaha, Pelindung Dalam Duka” sesuai dengan tagline Askrida.

Sumber : sultengprov.go.id