Askrida Targetkan Perluasan Pangsa Pasar

13 May 2016, 07:19

Jakarta - Menyongsong kuartal kedua tahun ini, PT. Asuransi Bangun Askrida (Askrida) telah menetapkan sejumlah strategi perusahaan, antara lain melalui program ekstensifikasi yang meliputi perluasan pangsa pasar melalui pengembangan jalur distribusi, dan menambah sejumlah kantor pemasaran untuk lebih dekat dengan sumber bisnis.

Direktur Pemasaran Askrida, Havizal Rahman, mengatakan, selain strategi diatas, pihaknya juga berniat mempertahankan dan meningkatkan bisnis eksisting dengan tetap fokus menggarap pasar captive dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD), sekaligus lebih intensif menggarap pasar non captive di luar pasar BPD.
"Selain itu juga, memperbaiki sarana infrastruktur perusahaan antara lain dengan lebih mengoptimalkan bidang teknologi informasi. Hal ini, merupakan salah satu langkah strategis ASKRIDA dalam pengembangan program interkoneksi dengan mitra usaha BPD, sehingga hubungan bisnis dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan efisien," ujar Havizal, dalam siaran persnya, Kamis (12/5).

Lebih lanjut Havizal mengatakan, pihaknya juga akan melakukan langkah ekspansif dengan rencana penambahan produk baru yang dibutuhkan masyarakat. "Dengan demikian, diharapkan bisa lebih melengkapi produk eksisting yang dimiliki perusahaan," lanjut dia.

Menurut Havizal, Askrida yang sahamnya dimiliki oleh BPD, termasuk beberapa dana pensiun dari BPD sebesar 59,5 persen serta 40,5 persen sisanya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) di seluruh Indonesia, secara umum kinerja perusahaan pada 2015 telah melampaui target yang ditetapkan.
"Sepanjang tahun 2015, Askrida berhasil meningkatkan kinerjanya dengan meraup laba setelah pajak naik 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi sebesar Rp 182,09 Miliar," jelasnya.

Sementara, lanjut Havizal, produksi premi bruto mengalami kenaikan sebesar 20 persen menjadi Rp 2,179 triliun, Asset naik 7 persen menjadi Rp 2,075 Triliun, Ekuitas naik 19 persen menjadi Rp 576,54 Miliar, Return On Asset (ROA) mencapai 8,72 persen, Return On Equity (ROE) mencapai 31,38 persen, dan Risk Based Capital (RBC) mencapai 207,98 persen.
"Produksi premi Akrida sebesar 50 persen tercatat berasal dari asuransi kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sementara, 25 persen dari asuransi properti dan 15 persen dari penjaminan proyek atau surety bond, serta sisanya berasal dari premi asuransi lainnya," tambahnya.

Raih Penghargaan Top BUMD 2016

Atas pencapaiannya itu, lanjut Havizal, Askrida yang tercatat sebagai perusahaan asuransi yang sudah bertengger di jajaran 10 besar terbaik di Indonesia ini, berhasil meraih tiga kategori penghargaan yaitu, TOP BUMD 2016, TOP Aneka Usaha 2016 dan TOP CEO BUMD 2016 dalam ajang TOP BUMD 2016 sebagai ajang corporate rating yang diselenggarakan Majalah BusinessNews Indonesia bekerjasama dengan Apkasi (Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia).

"Dengan keberhasilan Askrida meraih 3 kategori penghargaan sekaligus pada ajang TOP BUMD 2016, membuktikan semakin banyak lembaga yang mengakui dan menghargai kinerja kami. Dengan diraihnya prestasi ini, semoga semakin memacu semangat perusahaan untuk lebih memaksimalkan kinerjanya guna meraih target 5 besar perusahaan asuransi terbaik di Indonesia," kata Havizal.

Askrida | Sumber : www.beritasatu.com - Feriawan Hidayat/FER