Asosiasi Fintech Minta OJK Awasi Layanan Pinjaman Tunai

06 Apr 2018, 07:57

Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar mengenali lebih dekat serta membedakan dan mengawasi kegiatan teknologi finansial (tekfin) secara proporsional, khususnya yang bergerak di usaha peer to peer (p2p) lending atau pinjaman langsung tunai.

Hal tersebut menanggapi pernyataan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso yang menyebutkan bahwa fintech merupakan platform, yang sebatas menghubungkan antara pemodal dan peminjam.

"Padahal terdapat banyak fitur yang sebenarnya dapat ditelaah oleh OJK untuk menentukan kesungguhan operasi dan kinerja sebuah usaha p2p lending," kata Wakil Ketua Umum AFTECH yang juga adalah CEO Investree Adrian Gunadi di UnionSpace, Jakarta, Selasa (6/3).

Adrian mengklaim tekfin sudah menerapkan tata kelola usaha yang baik mencakup transparansi transaksi, pelaporan dengan melibatkan auditor independen, serta manajemen risiko yang tertata rapi untuk melindungi konsumen dan pelaku usaha.

Bahkan, Adrian juga mengklaim perusahaan tekfin berupaya menekan angka non-performing loan (kredit macet). Menurut dia, tata kelola tersebut seharusnya dapat dipertimbangkan OJK dalam menilai penyedia p2p lending yang berkualitas. Adrian mengatakan fitur-fitur tersebut yang perlu diawasi OJK.

"Penyedia layanan p2p lending perlu dilindungi asuransi penjaminan. Hal semacam ini yang dapat didorong OJK, daripada melarang pemanfaatan identitas OJK dan menyatakan tidak akan bertanggung jawab atas kegiatan tekfin p2p lending dan risiko yang mungkin menimpa nasabah atau konsumen," ujarnya.

Menurut Adrian, fungsi kontrol yang baik dari pihak regulator justru akan menyeleksi pelaku usaha yang tidak sungguh-sungguh dan meminimalisir penyalahgunaan dana masyarakat. Sebab, penyaluran dananya dipantau melalui mekanisme perbankan.

Dengan adanya regulator yang mengawasi, Adrian menilai potensi kolaborasi tekfin dan institusi keuangan lainnya dapat terus meningkat dalam waktu dekat. Adrian mengatakan perusahaan tekfin sejatinya membutuhkan dukungan dari OJK.

"Tekfin sebagai penyedia layanan keuangan harus memenuhi syarat dan ketentuan kerja seperti lembaga keuangan formal atau institusi incumbent lainnya. Bahkan juga diminta untuk dapat memenuni standar setara IS0 27001 seperti yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha keuangan lainnya," katanya.

Sumber : kumparan.com/@kumparanbisnis/asosiasi-fintech-minta-ojk-awasi-layanan-pinjaman-tunai