Asuransi berpeluang mendulang premi seiring kenaikan kredit properti

09 May 2019, 14:15

Menggeliatnya kredit properti di awal tahun jadi peluang baru bisnis asuransi properti. Data Bank Indonesia (BI) mencatat kredit properti hingga Februari 2019 tercatat mengalami pertumbuhan 17,9% year on year (yoy) menjadi Rp 937,1 triliun.

Sedangkan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kepemilikan apartemen (KPA) tumbuh 13,7% yoy menjadi Rp 469,3 triliun.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe mengatakan menggeliatnya kredit properti pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akan meningkatkan premi asuransi properti. Lantaran semua objek KPR akan dijamin oleh asuransi.

Kendati demikian, Dody menyatakan sejauh ini porsi premi asuransi okupasi rumah tinggal yang dibiayai oleh KPR masih di bawah okupasi properti industrial. Hal ini disebabkan nilai pertanggungan KPR rata-rata jauh di bawah nilai pertanggungan objek properti industri.

"Kami mengestimasi lini bisnis properti tetap tumbuh di tahun 2019 dengan pertimbangan pembangunan fisik properti mengalami pertumbuhan, terutama dari sektor industri. Sayangnya AAUI tidak membuat estimasi angka pertumbuhan premi per lini bisnis. Namun secara keseluruhan pertumbuhan premi diperkirakan tumbuh 10% dibandingkan tahun 2018," ujar Dody Rabu (10/4)

"Pembukuan pendapatan untuk premi multiyears tersebut memang dilakukan pada moment revenue recognition. Akan tetapi saat yang sama akan menimbulkan kewajiban pencadangan 100% dari besaran premi tersebut." jelas Widodo.

Oleh sebab itu, Widodo menyebut pada kuartal pertama 2019 ini, perusahaan yang dikelolanya mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 8,78% yoy. Pertumbuhan premi asuransi dengan sandi saham ASBI ini ditopang oleh produk Varia, kendaraan bermotor, hull dan engineering. Sedangkan di properti masih stagnan.

Sumber : keuangan.kontan.co.id/news/asuransi-berpeluang-mendulang-premi-seiring-kenaikan-kredit-properti