Asuransi dan Dapen Melirik Pasar Modal

03 Jan 2017, 15:57

Desakan regulator agar perbankan menerapkan suku bunga kredit satu digit bakal memaksa investor korporasi untuk memutar otak. Pasalnya, selama ini investor lembaga keuangan semisal perusahaan asuransi dan dana pensiun (dapen) masih mengandalkan keranjang deposito perbankan untuk meraih imbal hasil investasi.

Dengan karakteristik liabilitas jangka pendek, instrumen deposito menjadi langganan perusahaan asuransi, terutama asuransi umum dalam menyimpan uang. Sifatnya yang likuid menjadi pertimbangan utama saat sewaktu-waktu klaim dari nasabah asuransi datang.

Begitu pentingnya deposito bagi perusahaan asuransi umum terlihat dari data terakhir Otoritas Jasa keuangan (OJK). Per September 2016, dari total dana investasi yang mencapai Rp 60 triliun, sebesar 41,3% masih diparkir di deposito perbankan.

Karena itulah, tren penurunan deposito perbankan bakal menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan asuransi untuk mencapai target hasil investasi di tahun 2017.

Sementara bagi industri dana pensiun pemberi kerja (DPPK), tren penurunan bunga deposito bisa semakin mendorong agresivitas dalam berinvestasi di pasar modal. Dengan karakteristik kewajiban jangka panjang, investasi di pasar modal memang dinilai lebih pas bagi pengelolaan dana pensiun.

Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Mudjiharno Sudjono menyebut, mayoritas penempatan dana investasi DPPK diparkir di pasar modal. "Rata-rata investasi dapen di saham, reksa dana & ETF serta surat utang bisa lebih dari 60%," ujarnya.

Komposisi investasi DPPK di deposito terus menurun. Sampai September tahun ini, porsi investasi di keranjang tersebut turun menjadi 15,5% dari porsi sebesar 21,2% di September 2015.

Penurunan porsi ini didorong untuk mengejar return tinggi dengan memanfaatkan tren kenaikan di pasar modal. Penurunan deposito juga bagian dari konsekuensi untuk memenuhi peraturan OJK soal batasan minimal investasi di obligasi pemerintah (SUN). Walhasil dana yang sebelumnya mengendap di deposito perlahan dialihkan untuk membeli SUN. -|Reporter Tendi Mahadi |Editor Rizki Caturini-

askrida | Sumber : keuangan.kontan.co.id/news/asuransi-dan-dapen-melirik-pasar-modal