Asuransi Di Indonesia Bergantung Modal Dan Teknologi

28 Jun 2016, 10:58

PT Fitch Ratings Indonesia menyatakan industri asuransi dapat terus tumbuh positif di Indonesia asal memiliki sumber daya yang besar. Sumber daya itu meliputi modal, sumber daya manusia, dan teknologi. 
Anggi L. Santosa, Analys PT Fitch Ratings Indonesia, mengatakan berdasarkan riset yang dilakukan oleh lembaganya pasar asuransi Indonesia sebagai pasar yang resilient.

Potensi ini terlihat disaat ekonomi melambat tetap terjadi pertumbuhan dalam premi meski lebih lambat. Pertumbuan itu juga didukung oleh fundamental keuangan yang sehat dari perusahaan-perusahaan asuransi dalam negeri,selain disokong margin underwriting yang baik.

“Kami meyakini bahwa peningkatan pertumbuhan premi memungkinkan untuk terjadi di 2016 apabila kondisi yang baik itu berlanjut. Ini disertai dengan adanya harapan terhadap peningkatan permintaan mengingat besarnya jumlah populasi masyarakat Indonesia dan adanya dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam usaha meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap produk asuransi,” kata Anggi kepada Bisnis, Senin (27/6/2016).

Dia mengatakan dalam jangka panjang pihaknya mengharapkan kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya produk asuransi terus meningkat. Walau memandang asuransi di Indonesia akan tumbuh, dia mengatakan belum melakukan perhitungan spesifik mengenai estimasi pertumbuhan untuk asuransi jiwa dan asuransi umum.

Namun berdasarkan data yang dirilis oleh OJK, dia mengatakan, pendapatan premi bruto industri hingga kuartal I/2016 terus meningkat bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Keyakinan pertumbuhan asuransi ini juga terlihat dari tiga lini bisnis penyumbang premi terbesar di sektor asuransi umum yakni asuransi properti, kendaraan bermotor, dan kesehatan yang tetap mengalami peningkatan.

“Sejalan dengan hal tersebut, Fitch  masih memperkirakan pertumbuhan premi industri secara keseluruhan akan meningkat dan semakin stabil di sepanjang tahun 2016,” kata dia.

askrida | Sumber : finansial.bisnis.com