Asuransi Gedung Milik Negara Dikebut

Asuransi Gedung Milik Negara Dikebut

03 Oct 2019, 14:46
Asuransi Gedung Milik Negara Dikebut

Kementerian Keuangan mempercepat proses asuransi gedung milik negara pascakerusuhan di Jayapura dan DPR RI kemarin. Kerusuhan itu mengakibatkan berbagai fasilitas dan gedung perkantoran rusak.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan asuransi mempercepat proses perbaikan kerusakan gedung negara. Hal ini membuat pemerintah tidak perlu menunggu pengajuan anggaran hingga tahun depan.

"Kalau kejadian itu ya kita tunggu tahun anggaran lagi atau mencoba melakukan penghematan dari tahun anggaran yang sekarangkan, jadi perlu waktu. Kalau kita punya asuransi kita bisa (lebih cepat perbaiki)," katanya di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

Isa mengatakan proses pengasuransian rencanya akan mulai dilakukan pada Oktober lantaran proses MoU dengan konsorsium asuransi dimulai akhir September.

Pengasuransian akan dilakukan secara berkala hingga 2021. Di tahap awal, pengasuransian akan dilakukan pada sejumlah aset milik Kemenkeu.

Pada tahap selanjutnya, Kemenkeu akan mengasuransikan gedung pelayanan publik yang juga berpotensi mengalami kerusakan akibat bencana alam maupun ulah manusia.

"Iya karena risiko itu bagi perusahaan asuransi itu sekali lagi bisa risiko karena natural risk maupun karena itu tadi riot (kerusuhan) dan sebagainya," tambah dia.

Namun demikian, Isa belum mengetahui nilai kerugian negara akibat kerusuhan dan aksi unjuk rasa di berbagai wilayah. "Saya harus tanya ke masing-masing satker itu ya," pungkas dia.

Adapun Kementerian Keuangan mengasuransikan sebanyak 1.862 gedung atau bangunan milik negara. Nilai aset dari ribuan gedung itu masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Nantinya akan dibentuk konsorsium asuransi yang terdiri dari 52 perusahaan asuransi umum dan enam perusahaan reasuransi. Perusahaan konsorsium asuransi itu akan tergabung dalam Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).

Sumber: medcom.id/ekonomi/mikro/8kog9RMk-asuransi-gedung-milik-negara-dikebut