Asuransi Kendaraan, Masih Belum Membudaya di Indonesia

18 Apr 2017, 09:08

Kesadaran untuk mengasuransikan kendaraan bermotor di Indonesia, masih dianggap minim. Umumnya, masyarakat yang mengasuransi kendaraannya, kebanyakan dilakukan bukan karena inisiatif, tapi secara otomatis, ketika membeli kendaraan dengan kredit.

Kondisi ini juga diakui oleh Julian Noor, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) saat ditanyakan Kompas Otomotif. Namun, terkait dengan seberapa besar komposisi pemilik kendaraan yang sadar asuransi atau tidak, Julian mengaku sulit mengidentifikasinya.

“Pada saat ini masyarakat lebih mengasuransikan karena persyaratan yang diminta, pada saat kendaraan dibeli secara kredit. Sehingga agak sulit untuk mengetahui berapa persen yang mengasuransikan kendaraannya karena kesadaran,” ujar Julian kepada Kompas Otomotif.

Padahal sebenarnya, sambung Julian, secara umum tingkat literasi dan edukasi masyarakat meningkat akan asuransi. Hanya saja, pihaknya tidak memiliki data serupa yang khusus untuk kendaraan bermotor.

Bangun Kesadaran

Julian menambahkan, untuk urusan menyadarkan masyarakat akan asuransi, khususya kendaraan bermotor, dirinya merekomendasikan melalui peningkatan program literasi dan edukasi, baik itu yang dilakukan oleh regulator, maupun yang berdasarkan inisiatif dari masing-masing perusahaan.

“Lebih dari itu, perlu juga memberikan kesadaran kepada masyarakat, kalau resiko kehilangan atau kecelakaan masih cukup tinggi di Indonesia. Tentunya untuk mengelola risiko tersebut, asuransi merupakan pilihan yang efektif dan efisien,” kata Julian.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2017/03/14/074200915/asuransi.kendaraan.masih.belum.membudaya.di.indonesia