Asuransi Masih Abaikan Personal Accident

07 Jun 2016, 11:21

Industri asuransi umum bakal menggenjot penerimaan premi dari produk asuransi kecelakaan diri atau personal accident. Dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur, industri asuransi umum yakin produk personal accident punya peluang bisnis yang menggiurkan.

Apalagi, selama ini mayoritas asuransi umum masih bergantung pada produk perlindungan properti dan pengiriman barang sehingga pasar personal accident belum tergarap secara maksimal. ’’Industri (dari produk perlindungan properti) masih berkontribusi 40 persen terhadap total premi,’’ kata Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Jawa Timur (AAUI Jatim) Didik Mulyono.

Hingga kuartal I 2016, premi asuransi umum di Jatim sebesar Rp 100 miliar atau tumbuh 5 persen secara year on year (yoy). Produk personal accident masih berkontribusi 20 persen. Menurut Didik, produk personal accident bisa tumbuh positif seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi. Artinya, pembangunan infrastruktur tidak hanya membuka peluang naiknya penerimaan premi dari asuransi properti, tetapi juga personal accident. Para pekerja yang terlibat dalam aktivitas pembangunan infrastruktur tentu bisa menjadi market yang layak untuk dibidik.

’’Untuk itu, kami bakal masuk ke para pengembang bangunan, para karyawan, serta beberapa pengusaha ritel,’’ sambung Didik. Jika digarap secara maksimal, premi asuransi personal accident sebenarnya mampu berkontribusi hingga 30 persen dari total target premi tahun ini. AAUI mempunyai target penerimaan premi baru Rp 1,2 triliun pada 2016.

Target tersebut naik 25 persen bila dibandingkan dengan pendapatan premi tahun lalu yang hanya Rp 900 miliar. ’’Jika sektor personal accident digenjot, kami yakin akhir tahun nanti meraih premi setidaknya Rp 400 miliar,’’ imbuhnya. (rin)

askrida | Sumber : http://www.jpnn.com/read/2016/06/06/427489/Asuransi-Masih-Abaikan-Personal-Accident