Asuransi Masih Lirik-lirik Kamera Mobil

03 Aug 2016, 16:40

Proses hukum biasanya lebih mudah saat kecelakaan diperkarakan dengan memanfaatkan rekaman via kamera mobil sebagai bukti. Namun, fungsi kamera mobil justru masih sekadar dilirik-lirik oleh perusahaan asuransi di Indonesia.

Hendra Gani, yang merupakan distributor kamera mobil dan terakhir memperkenalkan produk kamera, menyebut bahwa asuransi di Indonesia masih belum fokus pada perangkat ini karena masalah model bisnis. "Asuransi masih belum concern. Bukan gaptek. Ini tujuannya masalah persaingan sih. Kalau klien dipaksa susah klaim (baru bisa klaim karena ada kamera video), takutnya klien pindah ke asuransi yang lain yang murah. Jadi pada rebutan kostumer," ujarnya.

Di Malaysia itu, seperti dia katakan, jika ada klaim asuransi, kalau kamu yang salah, tidak akan diganti. Demikian halnya dengan di Vietnam. Hal ini tak lain karena biaya asuransi yang lebih murah, berbeda dengan di Indonesia.

"Di sini biaya asuransi kita kemahalan. Kalau mereka (Malaysia dan Vietnam) murah. Kalau kita termasuk mahal. Sekarang 3 persen. Di luar itu 1 persen-0,5 persen. Tapi, kalau kejadian kita yang nabrak pohon dan segala macam, ya salah sendiri. Kalau di sini, mau nabrak pohon kek, apa kek, semua diganti."

Di luar negeri, menurud dia, pengendara harus tunjukkan bukti bahwa dia tidak bersalah sehingga bisa mendapat penggantian. "Makanya mereka wajibin harus ada ini (kamera mobil). Kalau yang pernah ke Hong Kong, mereka semua pakai. Taiwan juga pakai semua."

askrida | Sumber : www.otosia.com/berita/asuransi-masih-lirik-lirik-kamera-mobil