Asuransi melirik dari wajib ekspor kapal lokal

29 Dec 2017, 14:42

Pelaku asuransi umum dalam negeri optimistis peluang pasar bisnis asuransi marine cargo bakal semakin membesar di tahun depan. Hal ini ditengarai berkat adanya kebijakan dari pemerintah mewajibkan eksportir dan importir tertentu menggunakan jasa angkutan laut dan perasuransian domestik.

Menurut Presiden Direktur salah satu perusahaan asuransi yang ada di Indonesia, Christian W. Wanandi misalnya, ia mengaku kebijakan ini sudah pasti akan turut mendongkrak lini bisnis pengangkutan di tahun depan.

Prospek yang semakin cerah diyakini perusahaan juga akan ditopang oleh membaiknya kondisi makro ekonomi dalam negeri.

Hingga November 2017, perusahaan kami telah mengantongi premi Rp 1,6 triliun. Dari jumlah ini porsi produk asuransi marine cargo menyumbang sekira 6%. Nah, menurut Christian, beberapa tahun belakangan tren bisnis ini belum melaju kencang yakni mengalami penurunan 3%.

"Tahun depan tetap diharapkan naik. Tetapi persaingan asuransi pengangkutan sangat kompetitif," kata Christian kepada Kontan.co.id, Jumat (15/12).

Perusahaan kami optimistis bisa mencetak pertumbuhan 12% di bisnis asuransi marine cargo di tahun depan. Dari total premi sendiri, kami membidik kenaikan premi di 2018 sebesar 10% dari target tahun ini sebesar Rp 2,1 triliun.

"Peraturan ini menurut saya bagus asal pihak pemilik barang yang ada di luar negeri mau dan percaya menggunakan asuransi lokal saja karena setahu saya biasanya pemilik barang yang ada di luar negeri cenderung menggunakan asuransi dari negara mereka sendiri," ujarnya

Sumber : keuangan.kontan.co.id/news/asuransi-melirik-dari-wajib-ekspor-kapal-lokal