Asuransi Mikro Sebagai Alternatif Pilihan Nelayan

21 Apr 2017, 09:22

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia atau AAUI terus mendorong asuransi mikro menjadi salah satu alternatif sebagai mitigasi risiko untuk memberikan coverage yang lebih maksimal khususnya asuransi bagi masyarakat nelayan.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Yasril Y. Rasyid mengatakan minat para nelayan untuk asuransi mikro masih minim, sehingga program asuransi untuk para nelayan juga cenderung belum berjalan secara maksimal.

“Masih belum besar, harus ada promotornya seperti dari komunitas para nelayan, koperasi, ataupun yang lainnya,” kata Yasril kepada Bisnis.com, Minggu (16/4/2017).

Pasalnya, menurut Yasril apabila hanya dilakukan langsung oleh perusahaan asuransi dalam distribusi penjulannya menjadi kurang efektif. Dia mengatakan asuransi mikro yang telah ada saat ini memang tidak khusus diperuntukkan khusus untuk nelayan. Kendati demikian, nelayan dapat membeli dengan premi maksimal Rp50.000.

Sebelumnya, kata Yasril, pernah dirancang produk yang khusus untuk nelayan , namun saat ini belum terwujud. Pelaksanaan program asuransi nelayan memang cenderung diserahkan kepada BUMN. Pasalnya pembiayaan premi masih memanfaatkan subsidi pemerintah. Pihaknya berharap nantinya perusahaan swasta juga ikut ambil bagian dalam program tersebut.

“Lingkup jaminan juga masih terbatas, hanya jaminan personal accident dan jiwa, jadi coverage-nya menyempit padahal di undang-undang diamanatkan untuk kapal dan sarana lainnya juga,” ujarnya.

Lebih lanjut, sebelumnya ditargetkan sebanyak 1 juta nelayan yang mendapatkan asuransi, namun realisasi saat ini baru menjapai 600 ribu nelayan. Dia mengatakan pemerintah memang memiliki keterbatasan anggaran. “ Anggarannya total Rp250 miliar per tahun, tahun depan belum tahu berapa anggarannya,” katanya.Editor : Martin Sihombing

Sumber : finansial.bisnis.com/read/20170417/215/645474/asuransi-mikro-sebagai-alternatif-pilihan-nelayan