Asuransi Perjalanan, Perlukah?

20 May 2016, 09:31

Situasi dan kondisi yang tidak diinginkan -jatuh sakit, kecelakaan, kerusuhan, pembatalan mendadak moda transportasi- bisa terjadi kapan saja saat Anda melakukan perjalanan. Bekal asuransi perjalanan akan melindungi Anda.

Andry, pemandu wisata sekaligus pemilik travel, memang belum pernah menderita sakit saat melakukan perjalanan, tetapi kliennya pernah. “Ia terjangkit demam berdarah saat berlibur ke Jepang. Saya sebagai pemandu perjalanan memutuskan membawanya ke rumah sakit setempat. Biaya perawatan dan pengobatan yang dikeluarkan sangat besar, sangat berbeda dibanding di Indonesia. Untung kami menggunakan asuransi perjalanan, sehingga sesampainya di Indonesia, kami bisa mengklaim dan segala biaya diganti utuh,” katanya.

Keuntungan membekali diri asuransi perjalanan, menurut Andry, memberi perlindungan bagi pejalan atas segala biaya dan kerugian tak terduga saat melakukan perjalanan. Untuk menghindari situasi dan kondisi sebagaimana dialami kliennya, Andry menyarankan pejalan segera mendaftarkan diri ke asuransi perjalanan sebelum melakukan perjalanan, baik untuk urusan bisnis atau wisata.

Berikut ini, beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang asuransi perjalanan.

Apa saja yang dijamin? Pada dasarnya, semua perusahaan asuransi perjalanan memiliki kebijakan atau company policy yang hampir sama. Hal yang dijamin, antara lain kerugian atau kecelakaan yang anda alami pada saat berwisata di suatu negara, misalnya santunan kecelakaan diri, sakit, dan biaya medis lainnya. Hal lainnya yang juga dijamin, yaitu hilangnya biaya tur yang telah anda bayar sebelumnya akibat risiko pembatalan atau pemendekan durasi perjalanan karena situasi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, termasuk santunan biaya akomodasi akibat penundaan jam penerbangan karena masalah teknis dari maskapai bersangkutan, bahkan sampai ketinggalan pesawat terbang, pembajakan pesawat, serta kehilangan, kerusakan, atau tertinggalnya bagasi.

Bagaimana cara mendapatkan? Pastikan biro perjalanan di mana Anda membeli paket perjalanan telah menjalin kerja sama dengan perusahaan asuransi perjalanan. Pastikan juga, paket perjalanan yang anda bayar telah disertai asuransi perjalanan.

Meski tidak ada peraturan yang mewajibkan pejalan memiliki travel insurance, ada baiknya tetap dipersiapkan, terutama bila hendak melakukan perjalanan ke luar negeri. Lebih jauh Andry menambahkan, pihak kedutaan besar akan memproses lebih cepat berkas pengajuan visa bila disertai polis asuransi perjalanan. “Anda akan dianggap pejalan serius dan profesional sehingga pihak kedutaan besar tidak ragu menyetujui visa yang anda ajukan,” katanya.

Hal-hal diluar jangkauan. Bencana alam, nuklir, perang, dan larangan pemerintah setempat adalah beberapa hal yang berada di luar jangkauan asuransi perjalanan. Begitu juga dengan risiko kehilangan barang berharga, misalnya, perhiasan atau uang; juga kecelakaan saat melakukan olahraga ekstrem, seperti bungee jumping, berkuda, menyelam, dan lain-lain.

Mengajukan Klaim. Bila terjadi hal-hal yang tidak diiginkan, hal yang harus anda lakukan adalah segera melapor pihak asuransi. Usai melakukan perjalanan, segera datangi kantor perusahaan asuransi dan ikuti prosedur pengajuan klaim: mengisi formulir klaim dilengkapi dokumen penting yang mendukung proses klaim, seperti fotokopi tiket penerbangan (e-ticket), boarding pass asli, fotokopi halaman depan paspor, fotokopi paspor pada halaman di mana risiko terjadi. Apabila melakukan perawatan medis di negara setempat, agen asuransi perjalanan biasanya memiliki kebijakan masing-masing, ada yang mendapatkan bantuan langsung hingga Anda tidak perlu mengklaim sepulangnya dari luar negeri, ada yang menggunakan sistem ganti rugi. Proses pengembalian uang biasanya dalam satu minggu uang kembali, dan dapat ditransfer melalui bank atau tunai sesuai dengan permintaan Anda.-Vania Elizabeth-

Askrida | Sumber :  http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/10/asuransi-perjalanan-perlukah