Asuransi Pertanian Atasi Gagal Panen

18 Jan 2016, 08:20

INDRAMAYU (Pos Kota) –  Dinas Pertanian dan Perternakan  Kabupaten Indramayu, Jawa Barat  menyiapkan asuransi pertanian untuk mengatasi gagal panen (puso). Kabupaten Indramayu merupakan lumbung padi nasional yang mendapatkan kuota program asuransi pertanian seluas 7.500 Hektar.

Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan (Distanak) Kabupaten Indramayu Ir.H.Firman Muntako, M.Si  di jumpai Pos Kota, Jum’at (15/1) mengatakan, program asuransi pertanian itu preminya dibayar petani sebesar Rp.180 ribu.

Tapi petani cukup membayar 20%  atau Rp. 36 ribu saat musim gadu (kemarau). Sedangkan 80% atau Rp.144 ribu disubsidi pemerintah. Nilai ganti rugi dari asuransi Rp. 6 juta per hektar. Dengan adanya asuransi, petani mendapat  jaminan kepastian penggantian biaya produksi apabila terjadi gagal panen.

Menurut H. Firman Muntako program asuransi pertanian  di Kabupaten Indramayu direalisasikan sekitar 8 Riru Hektar lebih,  melebihi kuota 7.500 Hektar. Jika terjadi gagal panen nantinya Tenaga Organisme Pengganggu Tanaman melaksanakan  investigasi di lapangan guna memastikan areal pertanian gagal panen.

Dikatakan,  petani memang masih banyak yang belum paham program asuransi pertanian. Namun sosialisasi terus dilakukan kepada para petani agar mereka paham manfaat asuransi. Diharapkan sasaran program asuransi pertanian tiap tahun mengalami penambahan kuota, sehingga daerah endemis gagal panen di Kabupaten Indramayu dapat diatasi secara maksimal. (taryani)

Sumber: http://poskotanews.com/2016/01/16/asuransi-pertanian-atasi-gagal-panen/