Asuransi pertanian ditargetkan 2 juta hektare

12 Jan 2016, 08:35

JAKARTA. Tahun ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan realisasi asuransi pertanian bisa mencapai 2 juta hektar (ha). Demi mewujudkan target tersebut, OJK mendorong penjualan asuransi petanian lewat jalur distribusi lain.

Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK mengatakan, asuransi pertanian termasuk dalam jenis asuransi mikro yang nantinya akan dikembangkan jalur distribusinya bisa menjangkau koperasi, Bank Perkreditan Rakyat (BRI) atau agen laku pandai bank.

"Nanti akan dikembangkan oleh perusahaan asuransi yang menjual asuransi pertanian untuk petani bisa lebih mudah membeli asuransi pertanian. Namun, tidak hanya memperluas jalur distribusi tapi juga harus disertai dengan sosialisasi dari penyuluh pertanian dan peranan Pemda," ujar Firdaus, Senin (11/1).

Jika jalur distribusi penjualan asuransi pertanian diperluas, Firdaus optimis target lahan sawah yang bisa ditanggung resikonya dapat menyentuh luas lahan 2 juta ha. Jika dibandingkan tahun lalu target ini naik 100% dari 1 juta ha. Padahal, serapan petani terhadap asuransi pertanian pada tahun 2015 hanya mencapai 234.000 ha.

Namun Firdaus menambahkan, rendahnya serapan karena penjualan asuransi pertanian baru dilakukan pada pertengahan tahun. "Tahun ini pasti tercapai. Sebab, sudah banyak Pemerintah Daerah (Pemda) yang sukarela menanggung subdisi premi ke petani," kata Firdaus.

Sebagaimana diketahui, rendahnya serapan asuransi pertanian oleh petani karena minim sosialisasi. Banyak petani yang belum mengetahui bagaimana cara menjadi peserta asuransi, prosedur pembayarannya dan bagaimana teknis ganti ruginya. Selain juga terkendala pengurusan surat keterangan desa untuk bukti kepengurusan tanah kerap sulit. Sehingga terlihat, sulit untuk mendaftar di asuransi pertanian.


Sumber: http://keuangan.kontan.co.id/news/asuransi-pertanian-ditargetkan-2-juta-hektare