Asuransi Pertanian Terkendala Sosialisasi dengan Petani

04 Jan 2016, 09:10

Metrotvnews.com, Jakarta: Asuransi pertanian yang dicanangkan oleh pemerintah ditujukan untuk melindungi petani jika mengalami gagal panen. Sayangnya pelaksanaan asuransi pertanian masih menemui berbagai hambatan.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani mengatakan hambatan-hambatan yang dialami selama ini adalah masalah sosialisasi dengan para petani.

"Pelaksanaannya tidak mudah. Masalahnya itu sosialisasi kepada petani," ujar Firdaus dalam paparannya di Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2015).

Skema yang ditetapkan oleh pemerintah adalah petani akan membayar premi sebesar 20 persen dan 80 persennya akan dibayar oleh pemerintah. Menurut Firdaus, sering kali petani mempermasalahkan skema ini.

"Padahal sudah kita terangkan 80 persennya akan dibayar pemerintah dan 20 persen dibayar petani. Namun petani sering bertanya akan ke mana nanti uang kami," ungkapnya.

Dirinya menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima pihak OJK, asuransi pertanian baru mengkover 100 ribu hektare (ha) sawah dari target satu juta ha. "Baru sebesar 10 persennya," pungkasnya.

Meskipun begitu, OJK akan terus memaksimalkan program pemerintah ini yang termasuk dalam salah satu paket kebijakan ekonomi. Selain itu, OJK juga akan mengajak dan mendorong perusahaan asuransi untuk menjalankan asuransi pertanian ini.

"Target mengkover satu juta ha di 2015/2016. Jika sukses nanti, bisa meningkat menjadi dua juta ha," jelasnya.


AHL

Sumber: http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2015/12/30/465157/asuransi-pertanian-terkendala-sosialisasi-dengan-petani