Asuransi Properti Terkerek Tax Amnesty

16 Jul 2016, 08:35

Program pengampunan pajak (tax amnesty) menyalakan euforia pula ke perusahaan asuransi umum. Aliran dana tax amnesty diyakini masuk sektor properti dan pada gilirannya permintaan premi asuransi properti bisa meningkat. Penjualan asuransi properti akan tinggi sejalan arus dana tax amnesty. Asuransi properti akan menjadi salah satu tiang perusahaan asuransi. Bisnis properti komersial seperti perkantoran dan kawasan industri diproyeksikan paling terdampak oleh aliran tax amnesty. Sebab, ketika ada aliran dana membanjiri Indonesia, sebagian dana itu akan dibelikan aset riil, termasuk untuk membeli properti.

Tahun depan naik, Itu sebabnya premi asuransi properti diyakini berpotensi tumbuh. Apalagi, pemerintah belum lama ini telah menurunkan uang muka atau loan to value (LTV) untuk rumah. Hitungan salah satu perusahaan asuransi di indonesia, premi properti akan tumbuh sekitar 25%, terdongkrak sentimen program tax amnesty. Sedangkan pertumbuhan premi properti akibat penurunan LTV mencapai 10%. Namun potensi pertumbuhan premi sebesar 25% itu akan terjadi tahun 2017. Dampaknya baru akan terasa dalam waktu enam hingga sembilan bulan ke depan. Maklum, saat ini pasar masih menanti peraturan teknis pelaksanaan tax amnesty dari Kementerian Keuangan.

Firdaus Djaelani, Kepala Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan, selain program tax amnesty, optimisme kegairahan di pasar keuangan dan iklim investasi juga berdampak bagus terhadap pasar asuransi dan penjualan premi. "Jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus naik dan kupon obligasi juga makin tinggi. Minat membeli produk asuransi juga semakin besar," imbuh Firdaus. (ktn/monat)

askrida | Sumber : manado.tribunnews.com