Asuransi Syariah Perlu Tingkatkan Kontribusi ke Induk Usaha

20 Oct 2016, 11:02

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau agar perusahaan asuransi syariah maupun unit usaha syariah (UUS) meningkatkan market share hingga 10% ke induk usaha atau bisnis konvensional. Sebab, hal tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan pangsa pasar industri ini secara berkelanjutan.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Nonbank (IKNB) I OJK Edy Setiadi menyatakan, industri asuransi syariah harus memiliki tekad untuk membesar pangsa pasar mereka. Sejalan dengan hal itu, OJK berkeinginan agar induk atau perusahaan asuransi konvensional dapat memberikan target peningkatan market share UUS atau anak usaha berupa asurani syariah.

"Kami ingin induk dapat memberikan target dan tenggat kepada UUS atau asuransi syariah mereka untuk dapat mencapai market share 10%. Ini adalah strategi untuk menaikkan market share asuransi syariah, dan sama dengan yang berlaku di bank syariah," kata Edy di Jakarta, Senin (17/10).

Dorongan dari OJK terkait peningkatan market share, jelas Edy, juga merupakan penegasan kepada induk atau perusahaan asuransi konvensional untuk dapat mewujudkan dukungan yang penuh kepada UUS atau subsidiary asuransi syariah. Misalnya, dari segi tenaga ahli dan pembagian segmentasi pasar yang jelas antara konvensional dan syariah.

"Jadi antara induk dan anak (UUS atau full fledge syariah) tidak akan saling memperebutkan pasar yang sama. Sebaliknya, induk dapat membimbing UUS atau anak usaha mereka untuk membesarkan market share," jelas dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Taufik Marjuniadi mengatakan, suatu hal yang wajar jika regulator meminta asuransi syariah yang berasal dari grup untuk meningkatkan market share hingga 10%.

Sejauh ini, kata dia, ada asuransi yang secara kontribusi sudah mencapai angka 10% tersebut. "Di sisi lain, ada asuransi syariah lain yang secara market share masih di kecil," kata Taufik.

Market Share 6%

Adapun sejalan dengan transformasi UUS menjadi full fledged dan penambahan UUS sejumlah perusahaan asuransi, menurut Taufik, hal itu turut membawa dampak kepada besaran total market share industri asuransi syariah selain dari ekspansi bisnis yang dilakukan. Jika sebelumnya industri ini sukar terlepas dari angka 5%, mulai akhir semester I-2016 posisi market share asuransi syariah terhadap konvensional menyentuh 6%.

Berdasarkan ikhtisar keuangan asuransi syariah yang dipublikasikan OJK, terlihat industri asuransi ini mengawali tahun dengan membukukan kontribusi bruto sebesar Rp 932 miliar pada Januari 2016. Selanjutnya, pada kuartal I-2016 kontribusi bruto asuransi syariah menanjak ke angka Rp 2,75 triliun, dan menjadi Rp 5,95 triliun pada akhir kuartal II-2016. Lalu merujuk pada data ikhtisar keuangan asuransi syariah pada Agustus lalu, terlihat kontribusi bruto sudah menyentuh Rp 7,83 triliun.

Dengan realisasi tersebut, secara year on year (yoy) industri asuransi syariah berhasil membukukan kenaikan 15,15% untuk kontribusi bruto pada akhir Agustus 2026. Sementara itu, pada periode sama total aset industri asuransi syariah justru melesat 36,28% (yoy) dari Rp 23,90 triliun menjadi Rp 32,57 triliun.

Selain mengimbau peningkatkan kontribusi UUS maupun asuransi full fledged syariah, OJK mempersiapkan Peraturan OJK (POJK) dan surat edaran (SE) yang akan memuat tentang ketentuan pembuatan road map spin off perusahaan asuransi yang memiliki UUS.

Dengan semua regulasi itu, sebelumnya Direktur IKNB Syariah OJK Mochammad Muchlasin menjelaskan, OJK berkeinginan agar setiap perusahaan asuransi dapat lebih matang menyiapkan pemisahan UUS mereka dan mulai mengajukan proposal road map spin off pada awal tahun depan.

Terkait spin off Taufik mengakui, saat ini ada dua perusahaan yang berupaya mempersiapkan aksi pemisahan bisnis syariah dengan konvensional. Kemudian ada beberapa pihak yang mengkaji pendiri UUS untuk meningkatkan bisnis asuransi mereka.

"Saya belum bisa sampaikan siapa, mengingat mereka masih persiapan internal dan perlu dikonfirmasi lagi kepada OJK. Namun salah satu perusahaan asuransi yang baru saja melakukan spin off UUS Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912," ungkap dia. Investor Daily Devie Kania/ARS

askrida | Sumber : www.beritasatu.com/asuransi/393302-asuransi-syariah-perlu-tingkatkan-kontribusi-ke-induk-usaha