Asuransi Terbaik 2016 Versi Majalah Investor

30 Jun 2016, 14:03

Sebanyak delapan perusahaan asuransi nasional meraih predikat "Asuransi Terbaik 2016" versi Majalah Investor. Terdiri atas tiga asuransi jiwa, tiga asuransi umum, satu reasuransi, serta satu penghargaan khusus untuk asuransi yang dinilai paling siap mengembangkan pasar dan layanan digital. Enam asuransi terbaik dari kelompok asuransi jiwa dan umum terpilih dari 12 peraih nominasi yang memperoleh skor tertinggi di kelompok aset masing-masing. Sedangkan dari kelompok reasuransi langsung ditetapkan satu pemenang, tanpa nominasi.

Untuk kelompok asuransi umum, salah satu penghargaan diberikan kepada PT Asuransi Bangun ASKRIDA berhasil menjadi perusahaan asuransi terbaik untuk kategori aset antara Rp 1 triliun sampai Rp 3 triliun.

Parameter untuk "Asuransi Terbaik 2016" mencakup indikator kuantitatif maupun kualitatif. Untuk penilaian kualitatif, dewan juri memutuskan melakukan kunjungan ke kantor kandidat juara, untuk beraudiensi dengan manajemen.

Dari 12 nominasi, enam nominasi merupakan asuransi jiwa dan enam asuransi umum. PT Asuransi Bangun ASKRIDA enam nominasi dari kelompok Asuransi Umum.

Kriteria Pemeringkatan

Menurut Ketua Dewan Juri Herris Simandjuntak, tema pemeringkatan asuransi tahun ini adalah “Industri Asuransi pada Era Digital”. Tema ini disepakati dewan juri untuk merangsang industri asuransi agar makin inovatif dalam memberikan layanan bagi para nasabahnya. “Lewat proses digitalisasi, industri asuransi diharapkan makin terpacu dalam dalam menggarap pasar dengan dukungan teknologi digital ,” kata Herris Simandjuntak pada penghargaan Asuransi Terbaik 2016 versi Majalah Investor, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/6).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, sesi wawancara dengan para nominasi dilakukan di kantor kandidat. Cara ini dipilih dewan juri dengan pertimbangan bisa menggali lebih banyak informasi yang perlu dikonfirmasi berdasarkan data-data laporan keuangan yang telah dipublikasikan. “Metode ini membuat kualitas penilaian makin baik,” ujar anggota dewan juri, Abiprayadi Riyanto.

Pemeringkatan ini menggunakan 14 kriteria, baik untuk asuransi umum, asuransi jiwa, maupun reasuransi. Kriteria untuk asuransi umum meliputi, pertumbuhan aset rata-rata 2011–2015, pertumbuhan jumlah investasi rata-rata 2011-2015, pertumbuhan ekuitas rata-rata 2011-2015, pertumbuhan premi penutupan langsung 2011-2015, pertumbuhan premi neto rata-rata 2011-2015, pertumbuhan hasil underwriting rata-rata 2011-2015, pertumbuhan hasil investasi rata-rata 2011-2015, pertumbuhan laba bersih rata-rata 2011-2015, pangsa pasar premi neto tahun 2016, rasio underwriting terhadap premi neto 2016, TATO (Total Aset Turn Over) 2016, ROA (return on assets) 2016, ROE (return on equity) 2016, dan RBC (risk based capital) 2016.

Sementara 14 kriteria untuk asuransi umum, mayoritas sama dengan asuransi jiwa, kecuali kriteria pertumbuhan premi penutupan langsung rata-rata 2011-2015 yang khusus berlaku untuk asuransi umum. Lalu pertumbuhan hasil underwriting rata-rata 2011-2015 dan rasio underwriting terhadap premi neto yang berlaku untuk asuransi umum dan reasuransi. Sedangkan kriteria pertumbuhan premi bruto 2011-2015 khusus berlaku untuk reasuransi.

Tidak semua perusahaan asuransi di peringkat. Ada seleksi awal yang meliputi, laporan keuangan 2015 yang dipublikasi harus sudah diaudit, laporan keuangan 2015 tidak mendapat opini disclaimer, RBC minimal 120 persen, masih beroperasi hingga pemeringkatan ini dibuat, tidak dalam status PKU (pembatasan kegiatan usaha) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak dalam kondisi khusus (run off, masa transisi, dll), ekuitas minimal Rp 50 miliar, aset asuransi umum tahun 2015 di atas Rp 100 miliar, aset asuransi jiwa tahun 2015 di atas Rp 1 triliun, tidak menderita rugi tahun 2015, dan data harus lengkap./WBP

askrida | Sumber : BeritaSatu.com