Asuransi umum masih andalkan reasuransi asing

12 Mar 2016, 07:30

JAKARTA. Meski secara total premi yang diraup reasuransi umum menunjukkan adanya lonjakan, namun tak semua lini bisnis bisa dialihkan dari reasuradur asing. Peran reasuransi asing masih dibutuhkan untuk mendukung sejumlah lini bisnis.

Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat premi reasuransi dari lini bisnis proteksi satelit masih sangat minim. Tahun lalu, jumlahnya hanya di kisaran Rp 300 juta. Bahkan, di tahun sebelumnya tidak ada premi yang masuk dari lini bisnis tersebut.

Contoh lain adalah dari lini asuransi energi. Tahun lalu premi reasuransi yang dikantongi hanya sebanyak Rp 44,9 miliar atau turun 46,1% secara year on year.

Lini bisnis asuransi pesawat udara juga masih punya kontribusi yang kecil dibanding total premi yang dikantongi reasuransi umum tahun lalu. Jumlahnya sebesar Rp 63,7 miliar. Meski begitu, pertumbuhannya terbilang menggembirakan karena ada kenaikan setinggi 85,8% dari catatan di akhir 2014.

Ketua AAUI Yasril Y Rasyid menyebut, sejumlah lini bisnis memang masih membutuhkan dukunga reasuransi asing. Misalnya karena alasan kapasitas untuk menutup nilai pertanggungan jumbo.

Sebelumnya, Direktur PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Syarifudin mengakui hal tersebut. Makanya untuk lini bisnis tertentu perusahaanya masih punya ketergantungan dengan reasuransi asing.

Salah satunya untuk rencana pentupan asuransi dua satelit tahun ini. "Dari asuransi satelit bisa 80% sampai 90% dialihkan ke reasuransi luar," ungkapnya.


Sumber: http://keuangan.kontan.co.id/news/asuransi-umum-masih-andalkan-reasuransi-asing