Bagaimana Nasib Agen Asuransi di Era Revolusi Industri 4.0?

19 Mar 2018, 13:57

Revolusi Industri 4.0 atau revolusi digital mengancam pekerjaan-pekerjaan konvensional, termasuk di sektor jasa keuangan. Kemajuan teknologi memungkinkan mesin melakukan pekerjaan manusia dan menciptakan lapangan kerja baru.

Tidak ada pekerjaan yang aman. Lantas bagaimana dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap sektor asuransi yang mengandalkan agen?

"Dibandingkan dengan industri lain, asuransi sulit untuk menerapkan interaksi yang 100 persen digital. Asuransi masih membutuhkan proses dan paperwork yang panjang, tetapi kami ingin membuat proses ini lebih sederhana dengan digitalisasi," kata kata salah satu CEO perusahaan asuransi yang ada di Indonesia, Philippe Donnet dalam kunjungannya ke Indonesia.

Donnet mengatakan industri asuransi masih membutuhkan peran agen. Teknologi hadir untuk membantu kinerja agen asuransi.

"Kami tidak berpikir pemasaran langsung sama dengan digitalisasi. Kami senang bekerja dengan agen asuransi. Saat ini kami memiliki 150.000 agen di seluruh dunia. Kami berpendapat bahwa ada masa depan yang cerah untuk agen distribusi tetapi di saat yang sama, kami juga melakukan modernisasi dan digitalisasi jalur distribusi tradisional, dalam arti melakukan digitalisasi proses antara perusahaan-agen-nasabah," kata Donnet.

Donnet menyontohkan salah satu adopsi teknologi yang dilakukan oleh perusahaannya melalui aplikasi asuransinya. Di Jerman, mobil-mobil yang terkoneksi melalui kotak hitam bisa mengumpulkan informasi mengenai perilaku berkendara pengemudi, sehingga perusahaan bisa memberikan pricing atau perhitungan premi yang lebih personal sesuai dengan kebutuhan dan sifat pengemudi.

BeritaSatu.com