Bangun Insurtech, OJK Imbau Asuransi Lindungi Konsumen

Bangun Insurtech, OJK Imbau Asuransi Lindungi Konsumen

26 Aug 2019, 10:13
Bangun Insurtech, OJK Imbau Asuransi Lindungi Konsumen

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau pelaku usaha industri asuransi yang sedang membuat dan mengembangkan insurance technology (insurtech) untuk memerhatikan perlindungan konsumen. Insurtech diharapkan dapat mendorong penetrasi dan densitas asuransi di Indonesia.

"Tolong diatur masalah teknologi ini untuk melindungi konsumen. Untuk saat ini posisi kami adalah bahwa teknologi di asuransi ini merupakan sarana saja bagi perusahaan asuransi untuk bisa mengenalkan pasarnya," kata Direktur Pengawasan Asuransi OJK Achmad Nasrullah saat membuka seminar Digital Transformation In Insurance Industry to Win Market di Jakarta.

Dia menjelaskan, OJK memiliki perhatian khusus terhadap keberadaan insurtech, memiliki potensi untuk mendorong penetrasi dan densitas asuransi di Indonesia yang masih rendah. Tahun 2018, penetrasi masih sebesar 2,9%, kemudian densitas masih sebesar Rp 1,64 juta.

"Kalau melihat potensinya bagi asuransi memang besar. Yang kami pikirkan adalah mungkin melalui transformasi digitalisasi (insurtech) ini menjadi kebutuhan untuk meningkatkan angka penetrasi dan densitas di sektor asuransi. Peluang ini kami lihat mulai ditanggapi oleh industri asuransi," ungkap Nasrullah.

Dalam sisi aturan, sambung dia, OJK memang belum memiliki regulasi khusus yang mengatur insurtech. "Di sisi lain, kami juga punya tanggung jawab moral. Sebagaimana diatur di UU OJK, kami harus balance menjaga kepentingan industri dan kepentingan konsumen," ujar Nasrullah.

Dia menilai, memang tidak seluruh perusahaan asuransi mampu membuat sendiri insurtech. Apalagi investasi terhadap teknologi juga memiliki nilai yang cukup besar. Maka, perusahaan dengan aset menengah ke bawah diupayakan untuk mulai membangun insurtech dengan melakukan kolaborasi. Dengan begitu, pemerataan teknologi akan membuat industri yang lebih kompetitif.

Salah satu direktur utama perusahaan asuransi, Andrianto Wahyu Edi mengatakan, perusahaan asuransi telah terbiasa memitigasi risiko, termasuk perihal teknologi. Namun, sebelum memasuki masa transformasi digital saat ini, informasi dan keahlian setiap perusahaan dihimpun sendiri.

Adapun saat ini dengan kehadiran insurtech perusahaan dianjurkan untuk berbagi informasi. Artinya, teknologi telah merubah pola industri. "Teknologi merubah prilaku konsumen dan perusahaan yang melayani para konsumen. Itu tantangan bagi kita semua, termasuk kami yang berbisnis di asuransi," ucap dia.

Sumber : investor.id/finance/bangun-insurtech-ojk-imbau-asuransi-lindungi-konsumen