Banyak Asuransi Mikro untuk Masyarakat Menengah ke Bawah

08 Mar 2016, 08:10

Harianjogja.com, JOGJA–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY terus berupaya meningkatkan prospek asuransi mikro sehingga bisa menjangkau masyarakat menengah ke bawah.

Kepala Kantor OJK DIY Fauzi Nugroho mengungkapkan, selama ini, masyarakat memandang asuransi sebagai sesuatu yang sangat mahal. Namun, saat ini banyak asuransi-asuransi mikro yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Untuk itulah, program inklusi keuangan terus dikembangkan agar masyarakat yang tersosialisasi semakin luas dan bisa ikut merasakan manfaat asuransi.

“Kami ingin inklusi keuangan bisa menjangkau daerah-daerah terpencil. Semoga 2016 ini akan lebih baik,” ujar dia ketika ditemui di Kantor OJK, Timoho, Jogja, Jumat (4/3/2016).

Ia mengungkapkan, tujuan itu akan lebih cepat tercapai jika Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sudah terbentuk. Tim ini diharapkan terbentuk selambat-lambatnya Juni 2016. Tim TPAKD tengah digodok dan dibahas dengan Pemda DIY sebanyak tiga kali mengenai apa, maksud, tujuan, serta program TPAKD.

“Semoga sebelum Juni sudah terbentuk. Tujuannya agar semua layanan keuangan bisa terjangkau oleh masyarakat,” ungkap dia.

Fauzi menjelaskan, saat ini ada 65 perusahaan asuransi yang terdaftar di DIY. Sementara, jumlah secara nasional sebanyak 137 perusahaan asuransi konvensional (jiwa, umum, reasuransi, wajib, dan sosial), 52 asuransi yang menjalankan prinsip syariah, 168 perusahaan pialang asuransi, 28 pialang reasuransi, dan 28 perusahaan penilaian kerugian.

“Aset asuransi tumbuh rata-rata per tahunnya 16 persen, sedangkan investasi dan premi tumbuh rata-rata 14,4 persen hinga 21,4 persen [2011-2014],” ungkap dia.

Editor: Nina Atmasari | dalam: Kota Jogja | 
Sumber: http://www.harianjogja.com/baca/2016/03/07/asuransi-mikro-banyak-asuransi-mikro-untuk-masyarakat-menengah-ke-bawah-698487