Beberapa bulan lalu saya membeli buah untuk stok dagangan saya. Salah satu toko di pasar tersebut sedang kebakaran. Saat itu saya bertanya kepada orang disekitar kebakaran. "toko apa yang kebakaran?" orang itu menjawab "toko karpet, untung sudah di asuransikan." jawab orang tersebut.

30 Nov 2016, 11:06

Setelah selesai dengan urusan stock dagangan saya, terlintas dibenak saya. selama ini saya hanya kenal asuransi jiwa dan pendidikan untuk anak saya. yang ingin saya tanyakan apakah ruko dua lantai saya yang berukuran 60 meter persegi dengan  isi sejumlah buah – buahan segar dapat diasuransikan? Dan asuransi apakah yang bagus untuk tempat usaha saya dan kerugian apa saja yang dapat diganti oleh pihak asuransi.

JAWABAN :

Terlebih dahulu kami sampaikan bahwa  tim redaksi kami telah melakukan pengeditan dari email utuh yang telah Bapak sampaikan, mengingat keterbatasan ruang diskusi kita. Pertanyaan Bapak telah kami ringkas dan susun kembali sebagaimana di atas. Untuk itu kami mohon maklum Bapak.

Selanjutnya kami sampaikan jawaban berikut :

1. Ruko Bapak dapat diasuransikan. Dengan peruntukan objek pertanggungan (Okupasi) yang dicatat adalah sebagai Toko/Ruko/Shops (Kode Risiko = 2934). Sedikit tambahan, bahwa Okupasi dan Kelas Konstruksi (KK) bangunan mempengaruhi perhitungan besaran premi yang harus dibayarkan. Okupasi Toko dianggap lebih berisiko dibandingkan Rumah Tinggal, karena itu preminya akan lebih tinggi.

Kelas Konstruksi berarti jenis bahan bangunan yang digunakan, mulai dari ‘yang tidak mudah terbakar’ (KK 1), ‘cukup tahan api’ (KK 2), hingga ‘mudah terbakar’ (KK3). Semakin tinggi Kelas Konstruksi, premi akan semakin mahal.

Selain atas bangunan, pemilik dapat pula mengasuransikan perabot serta barang-barang yang disimpan di dalam bangunan. Dalam hal ini, jika diinginkan, dapat pula ditambahkan nilai stock buah-buahan untuk dijaminkan ke dalam pertanggungan asuransi.

2. Perusahaan Asuransi biasanya memiliki banyak alternatif produk. Antara lain : Asuransi Kebakaran (ditambah perluasan-perluasannya) dan Property All Risk. Dengan senang hati mereka akan menawarkan kepada Bapak paket-paket pertanggungan lengkap. Tentu saja hal ini berbanding lurus dengan besarnya premi. Dengan kata lain, Bapak akan dimintakan tambahan biaya (premi) untuk setiap tambahan risiko yang ingin dijamin. Padahal belum tentu jaminan seluas itu akan benar-benar Bapak butuhkan.

Katakanlah lokasi toko yang Bapak maksud berada pada suatu dataran tinggi, sehingga kecil kemungkinan Bapak membutuhkan luas jaminan banjir. Di sinilah, Bapak masih mungkin berhemat. Dengan merencanakan dengan baik luas jaminan yang benar-benar dibutuhkan. Barulah kemudian mengajukannya kepada pihak Asuransi.

3. Di bawah jenis Asuransi Kebakaran atau Property All Risk (PAR), risiko-risiko yang mungkin dijamin antara lain :

  1. Kebakaran
  2. Tersambar Petir
  3. Ledakan
  4. Kejatuhan Pesawat Terbang
  5. Asap
  6. Banjir
  7. Tanah Longor
  8. Gempa Bumi
  9. Letusan Gunung Berapi
  10. Tsunami
  11. Huru-Hara
  12. dll

Beda kedua jenis asuransi ini adalah:

Asuransi Kebakaran : Pertama kali diberikan jaminan standar. Berupa jaminan atas risiko 1 – 5 di atas. Luas jaminan lain dapat dimintakan, dan ikut disebutkan dijamin di dalam polis dengan tambahan ketentuan.

Asuransi PAR : Produk ini berbasiskan All Risk (Semua Risiko). Berbeda dari jaminan Asuransi Kebakaran, polis PAR pada dasarnya akan menjamin semua risiko kecuali yang disebutkan sebagai pengecualian di dalam polis.

Tulis Komentar

Komentar