Berlindung dari Bencana Kebakaran

06 Feb 2019, 09:34

Selama setahun ini, kasus kebakaran di berbagai kota di Indonesia banyak terjadi. Bahkan seperti di Kota Surabaya, jumlahnya melonjak tajam. Mulai Januari hingga Desember 2018, ada 824 kasus kebakaran di kota Pahlawan itu.

Jumlah ini naik signifikan jika dibanding tahun 2017 yang tercatat hanya ada 589 kasus atau ada kenaikan 235 kasus.

Dari data Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, jumlah kebakaran paling banyak terjadi pada bulan Juli, Agustus, September, dan Oktober. Dari bulan-bulan tersebut tercatat kasus kebakaran di atas angka 100 kasus. Yaitu pada bulan Juli ada 119, Agustus 148, September 147 dan Oktober 137 kasus.

Selain korban jiwa, kebakaran juga menelan kerugian material hingga puluhan miliar. Sampai bulan Desember, tercatat korban jiwa meninggal 8 orang. Sedangkan kerugian material mencapai sekitar Rp 19,8 miliar.

Kebakaran merupakan bencana yang sering terjadi di daerah perkotaan terutama pada kawasan pemukiman padat. Seperti di Jakarta kasus kebakaran selama tahun 2017 ada 1.471 peristiwa kebakaran.

Peristiwa kebakaran selama tahun itu mengakibatkan 11.098 orang kehilangan tempat tinggal, dengan total kerugian mencapai Rp477 miliar.

Kebakaran memang hampir terjadi sepanjang tahun di Indonesia, khususnya pada bulan-bulan Juni-September. Sebagian besar kebakaran rumah dan gedung terjadi karena kesalahan manusia. Dua pemicu kebakaran paling sering adalah listrik dan kompor gas.

Kasus kebakaran juga tak hanya terjadi di pemukiman masyarakat marginal. Bisa juga terjadi di kawasan hunian mewah. Semua disebabkan karena keteledoran dalam mengendalikan faktor penyebab kebakaran, seperti mematikan kompor saat hendak bepergian, atau memeriksa keandalan instalasi listrik di rumah.

Namun, namanya bencana memang tak akan bisa dihindari. Bencana seperti kebakaran bisa terjadi di mana saja, dan kapan saja. Meski begitu, kejadian yang bisa merugikan sewaktu-waktu ini bisa diminimalkan resikonya, malalui jaminan perlindungan atau asuransi.

Saat ini, banyak macam asuransi rumah tinggal, dengan berbagai keunggulan dan kemudahan dalam mengikutinya. Asuransi rumah tinggal yang lebih nyaman tanpa khawatir dengan perlindungan atas risiko kebakaran. 

  • Memberikan perlindungan bagi rumah tinggal akibat terjadinya FLEXAS (Fire, Lightning, Explosion, Impact of Aircraft, Smoke) berupa biaya penggantian risiko.
  • Memberikan perlindungan lebih lengkap dan menyeluruh untuk rumah akibat risiko FLEXAS dengan memberikan manfaat tambahan lainnya berupa jaminan atas risiko Riot, Strike, Malicious Damage, dan Civil Commotion (RSMDCC).
  • Juga ada jaminan atas risiko tertabrak kendaraan, Tanggung Jawab Hukum (TJH) pihak ketiga, jaminan atas risiko kecelakaan diri akibat kebakaran hingga biaya pengobatan akibat kebakaran.
  • Ada juga produk asuransi yang memberikan santunan biaya pemakaman akibat kebakaran serta biaya tempat tinggal sementara, biaya pembersihan puing, hingga biaya pemadam kebakaran.
  • Memberikan manfaat tambahan berupa biaya tempat tinggal sementara, biaya pembersihan puing, biaya pemadam kebakaran, dan santunan pembelian perabotan kembali akibat kebakaran.
  • Tak sampai disitu saja, Ada juga yang menyediakan tanggungan pasca kebakaran, seperti biaya arsitek, surveyor, dan konsultan. Serta santunan pembelian perabotan kembali akibat kebakaran (minimum kerusakan 50%).

Nah, dengan segala upaya perlindungan terhadap rumah sendiri, maka tidak perlu khawatir berlebihan bila sewaktu-waktu datang bencana kebakaran.

Sumber : gatra.com/rubrik/hiburan/gaya-hidup/383453-Berlindung-dari-Bencana-Kebakaran