Bersinergi Demi Wujudkan Layanan Fintech

04 Jan 2017, 16:17

Sentuhan teknologi di industri perbankan kini sudah semakin banyak ditemukan. Istilah financial technology (fintech) pun terus bergema sepanjang 2016 lalu.

Pertengahan tahun lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyiapkan mekanisme perizinan dan regulasi untuk penerapan fintech di Indonesia. Dalam peraturan tersebut disebutkan, regulasi akan mencakup teknologi, keamanan operasional, pekerja, serta pengelolaan perusahaan dan manajemen.

Sayang, meski sudah mulai diatur, industri keuangan berbasis teknologi ini masih belum juga 'lepas landas'. Padahal, pertumbuhan fintech di Indonesia terus tumbuh subur tak terhindarkan.

Saat ini, hampir seluruh bidang keuangan sudah mulai melahirkan fintech. Sebut saja, seperti peminjaman dana secara daring, dompet elektronik, mobile payment, termasuk juga penawaran layanan asuransi melalui situs daring.

Meroketnya jumlah start-up fintech juga sudah seharusnya mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah. Belum lama ini, OJK mulai mengambil langkah dengan membentuk Satgas Pengembangan Inovasi Digital Ekonomi dan Keuangan.

Tujuannya, untuk mempercepat realisasi regulasi bagi industri fintech. "Tidak lama lagi, kami akan terbitkan peraturan terkait pelaku industri fintech," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad.

Dalam menghadirkan peraturan, OJK tentu memerlukan dukungan pihak lain. Apalagi, bisnis fintech akan menawarkan banyak produk dalam beberapa waktu ke depan. Hal tersebut akan berdampak positif dalam mendorong akses keuangan masyarakat.

Secara global, perkembangannya juga memperlihatkan potensi pasar yang sangat besar. Berdasarkan data yang telah diolah OJK, investasi fintech di Indonesia diperkirakan sudah mencapai 12 miliar dolar AS hingga dua tahun lalu. Angka tersebut naik 11 kali lipat sejak 2008 silam.

OJK optimitis, pengembangan dan pemanfaat teknologi akan membantu akses keuangan penduduk Indonesia lebih besar. Dampaknya secara jangka panjang tentu sebagai pemerataan pembangunan hingga menambah kesejahteraan masyarakat.

Namun, dalam mewujudkan hal tersebut tentunya perlu dukungan dari banyak pihak dan asosiasi jasa keuangan di dalam negeri. Tak jarang, kehadiran fintech dianggap mengancam industri finansial dan perbankan yang sudah ada sekarang.

Inisiator Indonesia Fintech Forum, Teguh B Ariwibowo mengatakan, fintech akan berkembang pada lininya tersendiri. "Bahkan, kami bisa bersinergi dengan industri finansial lain yang sudah ada sebelumnya," kata Teguh.

Indonesia, saat ini, menurut Teguh, masih menapaki early stage dalam mengimplementasi teknologi dalam bidang finansial. Pelaku industri fintech bukan menjadi pesaing bagi institusi finansial, seperti bank atau institusi lain.

Fintech justru melakukan sinergi. Itu sebabnya, kegiatan Indonesia Fintech Forum selalu digelar tiap satu tahun sekali sebagai media diskusi antara para pelaku usaha rintisan dengan institusi perbankan.

askrida | Sumber : www.republika.co.id/berita/koran/inovasi/17/01/02/oj57k210-bersinergi-demi-wujudkan-layanan-fintech