BI Minta Perusahaan dengan Utang Tinggi Agar Ikut 'Asuransi Valas'

22 Feb 2017, 15:13

Bank Indonesia (BI) meminta kepada perusahaan yang memiliki utang dalam bentuk valuta asing (valas) untuk mengasuransikan utang valasnya alias hedging. Hedging dilakukan dengan harapan rasio utang valas perusahaan tidak membengkak karena gejolak nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya.

"Kami sangat ingin meminta kesiapan dari industri perbankan untuk menyiapkan paket hedging karena sebagaimana aturan yang kita keluarkan, perusahaan yang memiliki utang luar negeri harus menjaga posisi risiko forexnya," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung Thamrin BI, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2017).

"Tahun 2017 ini harus dilakukan di luar negeri, bank harus mempersiapkan lines-nya. Sehingga debitur yang masih punya utang luar negeri dapat melakukan hedging," lanjut Agus.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat Moody's Investors Service (Moody's) memperbaiki Outlook Sovereign Credit Rating dari stable menjadi positive. Moody's sekaligus mengafirmasi rating pada BAA (Investment Grade) pada 8 Februari 2017 lalu.

Naiknya peringkat utang Indonesia, menurut Agus seiring dengan dilakukannya pendalaman pasar keuangan yang dilakukan BI dan otoritas terkait lainnya.

"Kita sambut baik, salah satu yang menjadi rujukan dari Moody's untuk menaikkan outlook Indonesia itu adalah karena kegiatan pendalaman pasar keuangan yang dilakukan BI dan otoritas terkait," tutup Agus. (mkj/mkj)

Sumber : finance.detik.com/moneter/3424749/bi-minta-perusahaan-dengan-utang-tinggi-agar-ikut-asuransi-valas