Birokrasi Beli Rumah Bekas Vs Mobil Bekas

28 Dec 2016, 14:44

Proses pembelian rumah dan mobil -meskipun pembayarannya sama-sama kredit– adalah sesuatu yang berbeda. Ya, sekalipun keduanya memang memungkinkan untuk menggunakan pembiayaan melalui bank ataupun leasing.

Jika pembelian rumah secara kredit disebut dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), maka pada pembelian mobil disebut dengan KPM (Kredit Pemilikan Mobil). Dan keduanya juga sama-sama memberlakukan ketentuan Bank Indonesia seperti minimal DP 25 – 30 persen dari nilai jual.

Untuk perbedaannya biasanya terletak pada birokrasi pengajuan maupun pengurusan pembiayaannya. Dibandingkan dengan leasing mobil, pengurusan leasing rumah akan sedikit membutuhkan usaha ekstra. Selain pihak penjual, pembeli, dan bank, masih ada pihak notaris yang berperan penting secara legalitas dalam proses kredit rumah.

Dan untuk lebih jelasnya, simak perbedaannya berikut ini:

Kredit Rumah Bekas

Banyaknya pihak yang terlibat menjadikan proses birokrasi pengajuan kredit rumah agak sedikit merepotkan. Apalagi semuanya memang harus dilakukan sendiri oleh pembeli. Bahkan, beberapa kali pihak bank dan notaris akan membutuhkan kehadiran suami-istri (pembeli) guna membubuhkan tanda tangan.

Dengan panjangnya proses yang harus dilalui berarti juga akan ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Jadi selain harga pembelian rumah, akan ada pula biaya administrasi yang harus dibayar kepada bank, biaya appraisal, asuransi, provisi, dan juga biaya notaris.

Biaya notaris sendiri mencakup sejumlah biaya yang di antaranya seperti biaya cek sertifikat, validasi pajak, Akte Jual Beli (AJB), Biaya Balik Nama (BBN), Surat Kuasa Untuk Memberikan Hak Tanggungan (SKHMT), dan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT). Dan jika dijumlahkan biayanya sekitar Rp 5 Juta.

Saat pengajuan kredit rumah, pihak bank juga akan melakukan appraisal. Mulai dari menilai apakah pembeli layak untuk diberi pinjaman, dan berapa dana yang harus digelontorkan bank untuk pembeli. Biasanya jumlahnya sekitar 80 persen dari harga rumah sedang sisanya harus dibayar sendiri oleh pembeli kepada penjual.

Appraisal dari bank tentunya tidak gratis. Ada biaya yang dikenakan bank untuk melakukan appraisal dan survei. Dan berita buruknya, belum tentu sang pembeli akan mendapatkan persetujuan dari bank. Jadi sebelum mengajukan KPR sangat disarankan untuk mengukur kemampuan finansial Anda.

Kredit Mobil Bekas

Sementara untuk pengajuan KPM atau kredit mobil kepada bank relatif lebih mudah daripada pengajuan KPR. Jadi setelah menemukan mobil dan harga yang sesuai, sang pembeli bisa langsung mengajukan pinjaman pembiayaan kepada bank.

Proses awalnya yakni mengisi formulir pengajuan dan melampirkan dokumen yang diperlukan (seperti kartu identitas, kartu keluarga, NPWP, surat nikah, pas foto suami/istri, slip gaji, dan lain sebagainya).

Setelah dokumen lengkap, selanjutnya pihak bank akan mengirimkan tim surveyor mereka untuk melihat rumah dan lain sebagainya untuk menentukan apakah pembeli layak mendapat pinjaman atau tidak.

Sejumlah bank menawarkan program KPM yang berbeda-beda. Mulai dari perbedaan suku bunga, bebas biaya-biaya tertentu, paket asuransi, kemudahan pembayaran, sampai dengan tenor kredit hingga 4 atau 5 tahun untuk mobil bekas.

Namun beberapa bank juga membatasi pembiayaan jenis mobil bekas yang akan diajukan, biasanya berpatokan dari usia mobilnya. Pastinya hampir semua merek dan jenis mobil yang ada di Indonesia bisa diajukan pembiayaan kreditnya. Bahkan sejumlah bank juga menyanggupi pembiayaan mobil sekalipun tidak dijual resmi di Indonesia.

Seperti halnya pembelian KPR, sebagai jaminan, bank juga akan menyimpan berkas atau dokumen penting dari mobil (BPKB) selama pembeli mengangsur sesuai dengan tenor kredit yang disepakati.

Menariknya, selama proses mengangsur, jika pembeli memiliki uang lebih dan ingin melunasi, sebagian besar bank akan mengizinkannya. Tentunya ada sedikit biaya tambahan yang harus dibayarkan.

Berbeda dengan KPR di mana pihak bank telah menyiapkan penalti ketika pembeli melunasi hutang sebelum habis tenor kredit. Biasanya jumlahnya sebesar 1% dari sisa pokok kredit yang harus dilunasi.

Memang jika dibandingkan leasing di luar bank, KPM melalui bank terbilang jauh lebih susah dan memerlukan waktu lebih banyak. Namun tentunya masih jauh lebih mudah ketimbang mengurus KPR.

askrida | Sumber : rumah.com/berita-properti/2016/12/143518/birokrasi-beli-rumah-bekas-vs-mobil-bekas