Bisnis asuransi akan tumbuh pesat 10 tahun lagi

24 Dec 2015, 10:15

JAKARTA. Rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia diyakini karena belum banyak masyarakat yang memahami produk asuransi.

Tidak hanya terbatas pada produk yang beragam.

Edukasi yang menjaring usia dini juga harus dilakukan secara masiv.

Julian Noor, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menjelaskan, sebenarnya saat ini perusahaan asuransi telah terlibat secara aktif dalam program literasi keuangan yang didorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hanya saja harus diakui butuh waktu lama penetrasi asuransi terhadap jumlah penduduk di Indonesia terus bertambah.

"Fokus saat ini adalah pengenalan dan pemahaman produk asuransi kepada pelajar. Hasilnya baru akan terasa 10 tahun ke depan di saat para pelajar ini menjadi usia produktif dan bekerja untuk mulai membeli produk asuransi karena kebutuhan. Namun memang harus dimulai dari sekarang agar masyarakat yang memiliki polis asuransi terus bertambah. Tidak hanya berasal dari polis asuransi yang didapat dari tempat kerjanya tapi juga dibeli karena kebutuhan," papar Julian pada Selasa (22/12).

Julian mengakui tingkat pemahaman produk asuransi dan memiliki produk asuransi juga masih rendah.

Ia mencontohkan, dari 100 orang yang telah disurvei OJK hanya 18 orang yang memahami produk asuransi.

Sementara yang memiliki polis asuransi hanya 12 orang.

Bahkan dari jumlah yang memiliki asuransi diduga masih banyak yang memiliki asuransi karena didapat dari tempat bekerja.

Sebagaimana diketahui, dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 252 juta jiwa hanya sekitar 2% yang memiliki polis asuransi.

Menargetkan pertumbuhan penetrasi, OJK telah menargetkan jumlah agen tahun depan sebesar 5 juta.

Agen akan berperan penting untuk menumbuhkan bisnis perusahaan asuransi.

Agen disukai untuk karena bisa menjangkau retail.

 

Sumber: http://keuangan.kontan.co.id/news/bisnis-asuransi-akan-tumbuh-pesat-10-tahun-lagi