Deretan Asuransi Berprestasi 2019

Deretan Asuransi Berprestasi 2019

22 Jul 2019, 14:46
Deretan Asuransi Berprestasi 2019

Fluktuasi ekonomi dunia yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir sangat mempengaruhi kinerja dunia usaha di berbagai sektor. Dunia keuangan yang rentan diguncang sentimen negatif tentu saja ikut merasakan dampaknya. Demikian juga dengan industri asuransi, baik asuransi jiwa maupun asuransi umum. Hanya perusahaan asuransi dengan strategi mumpuni di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, yang tetap mampu mencatat pertumbuhan positif.

Salah satu indikator untuk menilai kekuatan kinerja perusahaan asuransi adalah kemampuan mendulang premi neto selama tahun berjalan. Selama tahun 2018, dari 10 asuransi jiwa dengan nilai premi neto terbesar, ada 4 perusahaan asuransi mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Enam asuransi jiwa lain mencatat kenaikan premi neto. Sedangkan pada kelompok 10 besar asuransi umum, hanya dua perusahaan yang mengalami penurunan premi neto selama 2018 dibanding tahun 2017.

Pada kelompok asuransi umum, Pada deretan 10 besar asuransi umum dengan premi neto terbesar selama 2018. PT Asuransi Bangun Askrida dengan kenaikan 15,74% menempati posisi ke-5 dalam Top 10 Perusahaan Asuransi Umum dengan Premi Netto terbesar 2018

Prestasi yang diraih kalangan asuransi jiwa, asuransi umum, maupun reasuransi menentukan keberhasilan perusahaan-perusahaan ini meraih predikat Asuransi Terbaik 2019 versi Majalah Investor. Kepastian tentang perusahaan asuransi yang meraih predikat terbaik pada masing-masing kelopok aset akan diumumkan pada event Best Insurance Award 2019 yang digelar tanggal 18 Juli 2019.

Pemeringkatan asuransi tahun ini didukung dewan juri profesional dan berpengalaman, yang diketuai Herris Simanjuntak. Anggota dewan juri lainnya, Diah Sofiyanti, I Ketut Sendra, S. Budisuharto, dan Tri Djoko Santosor.

Kriteria Pemeringkatan

Pemeringkatan asuransi tahun ini menggunakan 15 kriteria. Kriteria untuk asuransi umum meliputi, pertumbuhan aset rata-rata 2014–2018, pertumbuhan jumlah investasi rata-rata 2014–2018, pertumbuhan ekuitas rata-rata 2014–2018, pertumbuhan premi penutupan langsung 2014-2018, pertumbuhan premi neto rata-rata 2014-2018, pertumbuhan hasil underwriting rata-rata 2014–2018, pertumbuhan hasil investasi rata-rata 2014–2018, pertumbuhan laba bersih rata-rata 2014–2018, pangsa pasar premi neto tahun 2018, rasio underwriting terhadap premi neto 2018, rasio kecukupan investasi, TATO (Total Aset Turn Over) 2018, ROA (return on assets) 2018, ROE (return on equity) 2018, dan RBC (risk based capital) 2018.

Sementara itu, kriteria untuk asuransi jiwa mayoritas sama dengan asuransi umum, kecuali kriteria pertumbuhan premi penutupan langsung rata-rata 2014–2018 yang khusus berlaku untuk asuransi umum. Lalu pertumbuhan hasil underwriting rata-rata 2014–2018 dan rasio underwriting terhadap premi neto yang berlaku untuk asuransi umum.

Tidak semua perusahaan asuransi diperingkat. Ada seleksi awal yang meliputi, laporan keuangan  2018 yang dipublikasi harus sudah diaudit, laporan keuangan 2018 tidak mendapat opini disclaimer,  RBC minimal 120%, masih beroperasi hingga pemeringkatan ini dibuat, tidak dalam status PKU (pembatasan kegiatan usaha) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak dalam kondisi khusus (run off, masa transisi, dll), ekuitas minimal Rp 100 miliar, aset asuransi umum tahun 2018 di atas Rp 500 miliar, aset asuransi jiwa tahun 2018 di atas Rp 1 triliun, tidak menderita rugi tahun 2018, dan data kinerja keuangan harus lengkap.

Sumber : investor.id/finance/deretan-asuransi-berprestasi-2019