Diperlukan Konsorsium Asuransi Ternak Sapi

18 Feb 2016, 09:15

Bisnis.com, JAKARTA – Pembentukan konsorsium perlu direalisasikan untuk menunjang implementasi produk asuransi ternak sapi.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Yasril Rasyid terkait rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewujudkan produk yang termasuk dalam program strategis 2016.

Dia menjelaskan asuransi ternak sapi bukan merupakan produk baru bagi industri asuransi. Sejumlah pelaku asuransi umum sudah memasarkan produk serupa.

Namun, dia menjelaskan program baru yang didorong pemerintah dan OJK memungkinkan hadirnya subsidi sehingga dapat memperluas jangkauan layanan produk.

Karena itu, asosiasi berharap implementasi program ini dapat diwujudkan dengan pembentukan konsorsium agar risiko dapat dikelola dengan baik.

"Karena portofolio bervolume besar sehingga rate bisa lebih kompetitif," ungkap Yasril kepada Bisnis, Rabu (3/2/2016).

Seperti diketahui, OJK menetapkan 21 program strategis yang akan diwujudkan pada tahun ini. Seluruh program itu berfokus pada peningkatan ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur.

Yasril optimistis sejumlah inisiatif OJK untuk mendukung program pembangunan nasional pemerintah akan berdampak signifikan pada perolehan premi industri.

Pihaknya optimistis pada tahun ini premi industri asuransi umum akan mampu bertumbuh di kisaran 15%-20%, setelah hanya bertumbuh 10% pada 2015.

“Kami melihat outlook 2016 akan lebih baik karena rencana kerja pemerintah, seperti proyek-proyek infrastruktur yang bisa memberikan kontribusi kenaikan premi, dan inisiatif OJK dan kementerian terkait yang menghadirkan lini bisnis baru,” kata Yasril.


Sumber: http://finansial.bisnis.com/read/20160204/215/516199/diperlukan-konsorsium-asuransi-ternak-sapi