Gagal Panen, Petani Dapat Asuransi Rp6 Juta

14 Jun 2016, 16:27

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten PPU membentuk Asuransi Pertanian dan Peternakan diberikan khusus untuk petani maupun peternak guna memproteksi ketika terjadi kerugian akibat kekeringan, kebanjiran dan terkena hama Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Demikian dikatakan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten PPU, Joko Dwi Febrianto, Kepada Koran Kaltim, Senin (13/6).

Dijelaskanya, melalui asuransi ini nantinya, apabila petani dan peternak mengalami gagal dalam kegiatan usaha, disebabkan akibat terjadinya bencana alam, wabah penyakit hewan menular dan dampak perubahan iklim serta jenis-jenis resiko lainnya, maka peternak dan petani memperoleh jaminan asuransi atas kerugiannya tersebut.

“Petani yang rugi karena kekeringan, kebanjiran atau OPT itu bisa mengajukan ganti rugi berupa klaim asuransi dengan nilai sebesar Rp6 juta perhektare perorang dan ternak per ekor Rp10 juta untuk satu peternak. Oleh karena itu, kami himbau, agar para petani dan peternak di Kabupaten PPU segera mendaftarkan dirinya pada Asuransi tersebut.

Untuk pembayaran premi asuransi, tambahnya, khusus pada bidang pertanian, setiap petani diwajibkan membayar sebesar Rp80 ribu perorang setiap hektare, tetapi pemerintah melalui APBN memberikan subsidi para petani sehingga petani hanya dikenai pembayaran premi asuransi sebesar Rp36 ribu, karena sisanya sebesar Rp44 ribu dibayar pemerintah melalui APBN.

Sementara untuk peternak, tambah Joko, khususnya sapi besaran premi asuransi diperkirakan 20 persen dari perkiraan harga sapi lokal sekitar Rp10 juta. Bantuan premi dari pemerintah melalui APBN senilai 80 persen dan sisanya premi swadaya sebesar 20 persen. “Saat ini luas lahan pertanian di PPU yang telah diasuransikan mencapai 2.800 Ha, sedangkan ternak yang akan diasuransikan sekitar 700 ekor sapi,” bebernya.

Diterangkannya, manfaat asuransi ternak tersebut sangatlah baik karena memberikan ketentraman, sehingga peternak dan petani dapat memusatkan perhatian pada pengelola usaha dengan baik. Selain itu, untuk pengalihan resiko dengan membayar premi yang relatif kecil serta dapat memindahkan ketidakpastian resiko kerugian yang nilainya lebih besar.

Menurutnya, bagi peternak , bisa saja terjadi resiko yang tak diinginkan.. Karena asuransi ini memberikan jaminan perlindungan dari resiko kematian dan kehilangan sapi, sehingga dapat mengatasi kerugian usaha, hal ini juga pastilah dialami oleh petani. “Intinya bersedia memelihara ternak dengan baik dan penuhi ketentuan polis asuransi karena ini sesuai amanat UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan petani serta UU Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Peternak, maka mereka dalam berusaha telah dijamin oleh asuransi ini,” pungkas Joko. (nav)

askrida | Sumber : www.korankaltim.com/gagal-panen-petani-dapat-asuransi-rp6-juta