Hanya Dua Persen Pemegang Asuransi di DIY

12 Nov 2018, 08:42

Pemegang asuransi di Provinsi DIY diketahui sangat minim jumlahnya. Bahkan persentasenya tidak mencapai angka tiga persen dari jumlah penduduk di provinsi tersebut.

”Di DIY itu dari catatan kami yang ‘melek’asuransi baru sekitar dua persen. Dalam artian ‘melek’di sini mereka yang sudah tahu dengan betul pentingnya asuransi, mereka pemegang polis asuransi,”papar Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Cabang Jogja, Dwi Yanto, saat media gathering Insurance Day di Kota Jogja.

Celakanya, persentase dua persen sebagai pemegang asuransi di DIY, sebut Dwi Yanto, hampir sama dengan kondisi jumlah pemegang asuransi di Indonesia. Padahal dia membandingkan bahwa kondisi minimnya pemegang asuransi di Tanah Air, jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara lain salah satunya Jepang.

“Di Jepang itu satu jiwa saja sudah memegang lebih dari satu polis asuransi. Bisa memegang tiga polis. Coba dibandingkan di Indonesia,”ungkapnya.

Minimnya edukasi dan rendahnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya asuransi ditengarainya sebagai salah satu penyebab hal tersebut. Padahal dia menyebut jika masyarakat bisa secara pintar memanfaatkan asuransi maka banyak peluang kerja bahkan didapat dari sektor ini.

“Dari sekitar dua persen pemegang asuransi di DIY, terbanyak jenis asuransi pendidikan dan jaminan hari tua. Soal lemahnya edukasi tentang asuransi kami akui memang terjadi. Sekarang misalnya, kami tentu cukup kesulitan mengedukasi tentang asuransi terhadap warga di pelosok Gunungkidul atau Kulonprogo sekali pun,”papar dia.

Maka dari itu, belajar dari sejumlah pengalaman yang terjadi saat ini dimana perusahaan asuransi lebih banyak menjual produk semata maka pola pengedukasian asuransi bagi masyarakat akan terus dimasivkan. Memanfaatkan momentum Insurance Day yang jatuh pada 18 Oktober, sejumlah wadah perusahaan asuransi di DIY bakal mengadakan sejumlah rangkaian kegiatan. Salah satunya ada edukasi kepada para mahasiswa tentang pentingnya asuransi.

“Kenapa mahasiswa karena kami yakin mereka ini aset bangsa dimana yang akan berperan bagi kelanjutan bangsa ini ke depannya,” jelas Dwi Yanto.

Ketua Pelaksana Insurance Day tingkat DIY, Rudi Budi Wibowo menjelaskan, penguatan edukasi asuransi akan diwujudkan dalam kegiatan literasi keuangan yang akan dilakukan serentak oleh 5.000 mahasiswa di 13 kota pada Kamis (18/10) nanti. Selain di Jogja, kota lain yang akan mengadakan event serupa seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Medan, Palembang, Semarang, Solo, Surabaya, Banjarmasin, Bali, Makassar, Gorontalo, dan Jayapura.

“Literasi keuangan ini akan dilakukan pemecahan rekor MURI juga. Jadi nanti di 13 kota itu dengan total 5.000 mahasiswa membaca secara bersama di waktu yang sama dengan buku judul yang sama tentang asuransi. Untuk DIY nanti kami pusatkan di UMY dengan 200 mahasiswa,” tandas Rudi.

Sumber : suaramerdeka.com/news/baca/134948/hanya-dua-persen-pemegang-asuransi-di-diy