Hindari 5 Kesalahan Ini saat Ambil Kredit Motor

12 Aug 2016, 15:30

Motor merupakan salah satu jenis kendaraan transportasi yang benar-benar cukup membantu di kala perjalanan menghadapi kemacetan, terutama di kota-kota besar, dengan tingkat kemacetan yang tinggi.
Menggunakan motor akan mampu mengirit waktu serta bahan bakar ketimbang menggunakan mobil. Dengan desain bodi yang cukup ramping, membuat motor bisa selap-selip di tengah padatnya lalu lintas jalan raya. Namun perlu diingat untuk selalu mengutamakan keselamatan di atas segalanya.

Animo masyarakat membeli motor juga dipengaruhi pula dengan berbagai kemudahan dalam mengajukan kredit kepemilikan motor. Membeli motor akan sangat terbantu saat menggunakan sistem pembayaran secara kredit. Promo menariknya terkadang pihak showroom akan memberikan fasilitas kredit tanpa down payment (DP) atau uang muka untuk menarik para calon konsumennya. Dengan mudah calon konsumen pembeli motor akan bisa langsung membawa pulang motor keinginannya, dan tinggal membayar cicilan kreditnya.

Dengan adanya berbagai kemudahan ini, perlu pula menghindari kesalahan yang sering terjadi saat mengambil kredit motor, antara lain:

1. Membeli motor hanya untuk gengsi dan pamer

Bermegah-megahan dan hidup boros memang tidak dianjurkan. Begitu pula saat akan memutuskan membeli motor, hendaknya ada pertimbangan dan pemikiran terlebih dahulu. Membeli motor secara kredit akan memberikan dampak tanggung jawab cicilan tiap bulan yang tentu saja harga sudah dengan tambahan bunga. Jadi membeli motor setidaknya bukan memenuhi keinginan semata dan sesuai dengan kemampuan finansial yang dimiliki.

Jika membeli motor hanya sekedar untuk pamer dan gengsi semata, maka urungkan saja niatan tersebut. Lebih baik pergunakan uang yang dimiliki untuk kebutuhan lain yang lebih penting baik kebutuhan dekat atau masa depan. Harga motor memang cukup bervariasi, sesuai dengan merk, model dan performa mesinnya. Motor yang cukup bergengsi sebagai ajang pamer biasanya memiliki harga fantastis.

2. Membeli motor saat banyak hutang

Jangan pernah terpikirkan untuk menambah hutang dengan melakukan kredit motor. Kredit motor juga sama dengan hutang yang harus dibayarkan cicilannya setiap bulan dengan jangka waktu tertentu. Alangkah lebih baik jika uang yang dialokasikan untuk mencicil kredit motor digunakan untuk segera melunasi utang yang ada. Misalnya, untuk membayar cicilan kredit rumah yang merupakan kebutuhan utama akan papan. Membeli motor saat banyak hutang akan memperburuk kondisi keuangan.

3. Membeli motor dengan periode cicilan panjang dan uang muka terlalu kecil

Saat memang benar-benar membutuhkan motor baru untuk kendaraan transportasi, perlu sekali menyiapkan uang muka atau DP yang cukup untuk membantu nilai nominal uang cicilan kredit agar tidak terlalu besar dan dapat dilunasi dalam waktu yang singkat. Hal yang perlu dihindari yaitu membeli motor dengan DP kecil atau tanpa DP dan periode cicilan yang terlalu panjang, karena justru akan menambah beban keuangan.

4. Membeli motor pada perusahaan leasing buruk

Saat membeli motor dengan cara kredit melalui perusahaan leasing, maka calon konsumen hendaknya mencari tahu secara detail tentang perusahaan leasing yang menangani kredit motornya. Perlu sekali menghindari perusahaan leasing yang abal-abal dengan kinerja buruk, karena imbasnya akan berdampak pada konsumen sendiri.

Agar mempermudah proses kredit motor, carilah perusahaan yang tergabung dalam anggota Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Secara umum, perusahaan leasing haruslah memiliki izin pendirian dan operasional. Selain itu, salah satu ciri lain dari lembaga leasing yang dapat dipercaya adalah memiliki banyak cabang dan tersebar ke berbagai kota, termasuk pada kota domisili.

5. Membeli motor tanpa kejelasan pemberian BPKB dan asuransi

Legalitas dokumen kendaraan bermotor adalah hal penting dan menjadi hak dari konsumen yang membeli motor. Hal ini berhubungan dengan perusahaan leasing yang menangani kredit motor. Perusahaan leasing yang bertanggung jawab akan berusaha memenuhi hak-hak konsumennya termasuk kejelasan pemberian BPKB dan asuransi saat memproses kredit motor.

Jika memiliki motor lama yang masih bisa jalan dan layak digunakan, kenapa harus membeli motor baru? Milikilah suatu barang karena fungsinya. Dan milikilah suatu benda karena memang dibutuhkan. Jangan sampai terpengaruh hal-hal yang tidak patut untuk menghindari kesalahan saat mengambil kredit motor.
(fds)

askrida | Sumber : www.economy.okezone.com