Indonesia Rawan Bencana, Masyarakat Harus Punya Asuransi

08 Sep 2015, 09:50

Nusa Dua -Penetrasi asuransi di Indonesia masih sangat rendah hanya 2,14% dari total Produk Domestik Bruto (PDB/GDP). Sementara Indonesia merupakan negara dengan kondisi geografis yang rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi. 

Untuk itu, diperlukan kepemilikan asuransi bagi masyarakatnya agar bisa memitigasi risiko.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad dalam Seminar Internasional Industri Keuangan Non Bank (IKNB), di Ayodya Resort Nusa Dua, Bali, Senin (7/9/2015).

"Kondisi geografis Indonesia, kita rentan terhadap bencana alam berada di cincin api dan 3 lempengan tektonik, ini rawan bencana, lebih dari 280 gunung vulkanik kategori aktif dan sangat aktif, jadi perlu mengembangkan asuransi bencana," jelas dia.

Muliaman menjelaskan, sektor asuransi adalah salah satu hambatan Indonesia menuju sekonomi yang berkelanjutan karena penetrasi masih rendah. Desember 2014, penetrasi asuransi di Indonesia hanya 2,14% jauh lebih rendah dari negara-negara ASEAN lainnya karena kurang pemahaman publik tentang asuransi untuk masyarakat.

Untuk menghadapi tantangan ini, OJK menggagas strategi finansial untuk kesadaran publik tentang asuransi dan mulai mempromosikan ke masyarakat dan OJK telah meningkatkan jumlah aktuaris di Indonesia.

Di samping itu, OJK juga melakukan studi banding ke beberapa negara seperti Meksiko, Taiwan, Jepang, dan Turki untuk belajar tentang pengelolaan kerugian bencana alam, sehingga bisa belajar dari pengalaman negara-negara tersebut.

Sayangnya, memang masyarakat Indonesia belum paham betul soal asuransi sehingga perlu didorong melalui edukasi.

"Masyarakat kita belum familiar, kalau ada bencana ya bilangnya takdir, nunggu pemerintah dibantuin, padahal ada potensi untuk membantu mengurangi risiko melalui asuransi. Jepang punya data ratusan tahun ke belakang mengenai bencana sehingga sudah bisa menghitung probabilitinya, jadi memerlukan peningkatan awareness ke masyarakat itu penting," ujar Muliaman.
(drk/ang) 

Sumber: http://finance.detik.com/read/2015/09/07/095756/3011623/5/indonesia-rawan-bencana-masyarakat-harus-punya-asuransi