Indonesia Usulkan Asuransi Terumbu Karang(1)

07 Nov 2018, 13:12

Indonesia akan mengusulkan asuransi terumbu karang, dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober 2018. Perlindungan terhadap terumbu karang sedianya memang akan menjadi salah satu topik pembahasan dalam hajatan tersebut.

"Mungkin nanti dalam pertemuan akan saya coba untuk mendiskusikan bentuk asuransi terhadap kekayaan dunia ini. Ini kan tidak hanya kekayaan Indonesia tetapi termasuk dunia," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai menanam terumbu karang di Pantai Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (7/10) seperti dilansir Antara.

Menurutnya, keberadaan terumbu karang dapat terganggu karena aktivitas dan gaya hidup manusia. Karenanya, dalam forum itu diharapkan menjadi forum berbagi pengalaman dalam konteks perubahan iklim.

“Kegiatan ini membuat saya berpikir bagaimana kalau kita membuat asuransi terhadap terumbu karang-terumbu karang ini. Kita akan diskusikan ini sebagai asuransi terhadap aset dunia karena terumbu karang ini bukan saja milik Indonesia,” tegasnya.

Di tengah kekhawatiran bahwa sebagian besar karang dunia akan lenyap pada tahun 2050, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan harapan akan pemulihan terumbu karang. Sekadar informasi, The Nature Conservancy dan Pusat Pemantauan Konservasi Dunia (UNEP), melakukan studi yang menyatakan bahwa lebih dari 90% karang dunia akan lenyap pada tahun 2050.

Indonesia sendiri memiliki 27,95% dari total karang terumbu karang di dunia, dengan lebih dari 569 jenis karang. Inisiatif Terumbu Karang Internasional pun telah mendeklarasikan tahun 2018 sebagai “Tahun Internasional Terumbu Karang”.

"Ini menciptakan nilai bagi dunia artinya jika ada sesuatu terjadi dengan koral di Indonesia maka dunia akan menderita karena itu," ucap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Penanaman terumbu karang di Nusa Dua menjadi awal pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali yang turut dilakukan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, dan Gubernur BI Perry Warjiyo.

Kehadiran Christine Lagarde yang ikut menanam terumbu karang, lanjut Sri Mulyani, diharapkan menjadi "juru bicara" bagi dunia, bahwa Indonesia memiliki terumbu karang terbesar dunia.

"Kami bisa berkontribusi kepada perlindungan seperti terumbu karang ini yang kami harap akan terus tumbuh," kata Christine Lagarde.

Lagarde mengatakan, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya untuk memperlihatkan kepedulian terhadap lingkungan. Beberapa di antaranya melakukan riset dan menerbitkan laporan mengenai bagian mana di bumi yang paling baik dan buruk terdampak perubahan iklim.

Selain itu, IMF juga menyiapkan skema pembiayaan untuk perlindungan (insurance) terhadap kelestarian lingkungan.

"Dalam kegiatan ini, kami menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, perubahan iklim dan mengucapkan terima kasih pada masyarakat Indonesia," ujar Lagarde yang untuk kedua kalinya ikut dalam kegiatan peduli lingkungan.

Silahkan klik Indonesia Usulkan Asuransi Terumbu Karang(2) untuk melanjutkan membaca kliping berita ini.

Sumber : validnews.id/Indonesia-Usulkan-Asuransi-Terumbu-Karang-Hse