Industri Asuransi Diprediksi Tumbuh Bagus di Paruh Kedua 2016

06 Jun 2016, 12:30

Industri asuransi diprediksi   tetap tumbuh  bagus tahun  ini,  di tengah tekanan terhadap perekonomian di dalam negeri. Meningkatnya belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat  diprediksi  yang  menjadi penopang pertumbuhan  ekonomi akan berdampak signifikan pada pertumbuahn di sektor asuransi.

“Premi kita perkirakan akan tumbuh bagus mulai pertengahan hingga akhir tahun seiring dengan naiknya belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat,”  ujar Kepala Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) Mucharor Djalil, di sela-sela acara Insurance  Award  di Hotel Le Meridien  Jakarta, Kamis (2/6) malam.

Ia mengakui pertumbuhan premi kuartal  pertama 2016 mengalami tekanan cukup kuat seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi di periode itu. Sepanjang tiga bulan  pertama  2016, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,92 persen, di bawah target pertumbuhan ekonomi tahun ini yang dipatok 5,3 persen.

Mucharor  optimistis  peningkatan tren ekonomi  ke depan akan mendorong  kinerja industri asuransi  tahun ini.  “Mudah-mudahan pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,” tuturnya.

Secara umum, industri asuransi di Indonesia mencatat perkembangan bisnis yang bagus tahun lalu. Pertumbuhan premi  secara nasional tercatat sebesar 14 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya tumbuh 10 persen.

Data LRMA mencatat pendapatan  premi  sebesar Rp197,73 triliun pada 2015, lebih tinggi dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp173,38 triliun.  Premi netonya tercatat Rp161,03 triliun, tumbuh 13 persen dibandingkan dengan tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp142,16 triliun.

Di sisi lain, klaim bruto hanya meningkat 15 persen, dari Rp99,26 triliun di tahun 2014 menjadi Rp113,73 triliun di tahun 2015.  “Namun klaim netonya justru turun, yakni dari Rp131,19 triliun di tahun 2014 menjadi Rp102,63 triliun di tahun 2015,” kata Djalil.

Sementara aset industri asuransi tumbuh lima persen,  dari Rp486,18 triliun di tahun 2014 menjadi Rp512,03 triliun tahun 2015. Ekuitas tumbuh 10 persen, dari Rp111,63 triliun di tahun 2014 menjadi Rp122,88 triliun di tahun 2015.

Sedangkan investasi perusahaan asuransi tumbuh lima persen, dari Rp371,7 triliun di tahun 2014 menjadi Rp390,34 triliun di tahun 2015.  Namun hasil investasi justru turun 89 persen, dari Rp45,03 triliun di tahun 2014 menjadi Rp4,80 triliun di tahun 2015.

Lebih lanjut Mucharor menambahkan dari sisi laba komprehensif, walaupun mengalami penurunan sebesar 18 persen dibandingkan dengan tahun 2014, industri asuransi nasional masih mencatatkan laba komprehensif sebesar Rp17,74 triliun di tahun 2015.(nas/JPG)

askrida | Sumber : www.jawapos.com/read/2016/06/03/32009/industri-asuransi-diprediksi-tumbuh-bagus-di-paruh-kedua-2016