Ingin klaim Asuransi? Pastikan Polis Masih Berlaku

19 Aug 2016, 17:01

Direktur Utama PT Asuransi Bangun Askrida Didiet S Pamungkas menyatakan bahwa kecepatan proses penanganan dana pembayaran klaim, tergantung pada seberapa cepat tertanggung melaporkan klaim yang terjadi dan pemenuhan tertanggung atas kondisi-kondisi yang terdapat di dalam polis. Menurut beliau, secara garis besar, prosedur umum penanganan suatu klaim asuransi dari tertanggung terdiri atas enam tahap.

Pertama, pelaporan peristiwa kerugian yang dialami tertanggung kepada perusahaan asuransi dalam jangka waktu yang ditentukan dalam polis. Kedua, pengajuan klaim secara tertulis kepada perusahaan asuransi dengan melengkapi dokumen-dokumen persyaratan klaim sesuai ketentuan polis masing-masing jenis asuransi. Contoh: claim form, polis, bukti pembayaran premi, dan dokumen pendukung klaim lainnya.

Ketiga, tertanggung memberikan kesempatan kepada perusahaan asuransi untuk melakukan survei klaim, jika diperlukan oleh perusahaan asuransi. Keempat, penelitian validitas asuransi dan analisa klaim dari perusahaan asuransi berdasarkan kejadian dan dokumen-dokumen klaim yang disampaikan. Kelima, penyampaian liability perusahaan asuransi dalam klaim kepada tertanggung (persetujuan atau penolakan). Dan yang keenam, pembayaran klaim kepada tertanggung atas klaim yang telah disetujui.

Direktur Utama Asuransi Bangun Askrida ini mengingatkan, sebelum tertanggung mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi, sebaiknya memastikan bahwa polis masih berlaku atau berjalan. Kemudian memastikan bahwa premi sudah lunas dibayar. Menjaga obyek asuransi yang tidak mengalami kerugian dengan memisahkannya dari obyek yang mengalami kerugian. Menyiapkan dokumen-dokumen klaim yang disyaratkan dalam polis dan memberikan laporan secara lisan yang diikuti dengan pengajuan tertulis, sesuai jangka waktu yang ditentukan dalam polis.

Ada kalanya klaim yang diajukan tertanggung ditolak oleh penanggung. Menurut beliau biasanya faktor yang menyebabkan sebuah klaim ditolak adalah, pertama, premi belum dilunasi oleh tertanggung. Kedua, kerugian timbul akibat risiko yang dikecualikan dalam polis. Ketiga, obyek yang mengalami kerugian tidak termasuk dalam obyek yang diasuransikan. Dan keempat, tertanggung melanggar kondisi-kondisi tertentu dalam polis yang mempengaruhi liability perusahaan asuransi.(*ays)

askrida | Sumber : Media Asuransi |Edi