Ini 5 Tantangan Utama Industri Asuransi Nasional

07 Nov 2015, 09:05

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengidentifikasi lima tantangan utama industri asuransi dalam upaya memaksimalkan penetrasinya di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad merincikan tantangan pertamaterkait tingkat pemahaman masyarakat yang rendah terhadap pentingnya berasuransi.

Hasil survey OJK mengenai literasi keuangan menunjukkan pada tahun 2013 hanya 18% masyarakat Indonesia yang memahami produk asuransi.

“Dan baru 12% masyarakat Indonesia yang memanfaatkan produk asuransi,” ujarnya saat menyampaikan keynote speech pada Insurance Day 2015, Jumat (6/11/2015).

Kedua, lanjut Muliaman, rendahnya aksesibilitas dan distribusi produk asuransi di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran kantor asuransi di daerah masih minim.

Kapasitas pemasaran produk asuransi juga masih terbatas karena model pemasaran masih cenderung menggunakan cara konvensional dengan memanfaatkan kantor cabang atau kantor pemasaran.

Jumlah agen asuransi pun masih terbatas karena adanya kewajiban mendapatkan sertifikasi keahlian khusus yang diperoleh dalam waktu cukup lama.

“ belum memanfaatkan teknologi komunikasi secara optimal,” kata Muliaman.

Tantangan ketiga terkait dengan rendahnya inovasi produk asuransi. Padahal, jelas Muliaman, kesesuaian karakteristik produk dengan kebutuhan menjadi salah satu aspek penting agar asuransi dapat dekat dengan masyarakat.

Keempat, kata dia, kapasitas risk coverage perusahaan asuransi dan reasuransi nasional masih terbatas, khususnya proyek-proyek berskala besar.

“Kelima, masih kentalnya isu sulitnya melakukan klaim asuransi. Banyak cerita negatif mengenai pelayanan perusahaan asuransi. Ini membuat masyarakat enggan untuk memanfaatkan produk asuransi.”

Sumber: http://finansial.bisnis.com/read/20151107/215/489845/ini-5-tantangan-utama-industri-asuransi-nasional