Kaum Hawa Penentu Penggunaan Asuransi

24 Jun 2016, 14:04

Meningkatnya jumlah perempuan yang menggunakan sepeda motor setiap tahun sejalan dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kaum hawa, baik sebagai korban maupun pemicu kecelakaan. Kondisi ini mengundang keperihatinan sejumlah pihak.

Berbagai aktivitas safety riding kerap dilakukan, baik oleh agen pemegang merek, komunitas otomotif hingga Kepolisian, namun langkah tersebut belum mampu menekan tingkat kecelakaan yang dialami pemotor wanita. Isu keselamatan berkendara bagi perempuan merupakan pesan yang sangat penting untuk diangkat karena menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) angka pembelian sepeda motor oleh para wanita Indonesia meningkat cukup signifikan. Jika pada tahun 2010 masih di angka 8%, maka di tahun 2015 melonjak tajam mencapai 15%.

Menurut data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, pada tahun 2014 lalu terjadi lonjakan kecelakaan sepeda motor yang melibatkan perempuan, yaitu sebesar 49,50%. Meski pada tahun yang sama jumlah pelaku kecelakaan atau orang yang memicu kecelakaan secara keseluruhan menurun sekitar 6%, namun yang perlu diperhatikan adalah terjadinya lonjakan drastis pada kelompok jenis kelamin perempuan, sementara pelaku dari kalangan pria menurun sekitar 8%.

Tentu hal ini berkolerasi dengan semakin dinamisnya aktivitas perempuan yang menuntut mereka menggunakan alat transportasi yang ekonomis seperti sepeda motor. Lalu terdapat juga data dari Polda Metro Jaya mengenai jumlah kecelakaan jalan raya yang melibatkan. Sekitar 309 anak usia 0-10 tahun pada tahun 2014.

Data-data ini perlu dijadikan evaluasi dan pelajaran secara umum bagi sesama pengguna jalan raya, khususnya bagi para pengguna sepeda motor. Persepsi masyarakat pun bermunculan terhadap pemotor wanita bahwa perempuan adalah pihak yang lalai dalam berkendara dan membuat citra perempuan sangat tidak dipercaya sebagai pengguna jalan raya

Kendati perempuan mendapat stigma negatif dalam bermotor, bahwa wanita adalah penentu penggunaan asuransi di dalam rumah tangga, sebenarnya wanita memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu keselamatan.

Di sini kami ingin menarik garis hubungan antara kesadaran berkendara yang baik dan kesadaran berasuransi karena keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memproteksi diri dan keluarga terdekat dari risiko terburuk dalam berkendara.

Sementara itu pada Februari 2015 lalu, situs Bank Dunia merilis sebuah data bahwa jumlah orang yang kehilangan pekerjaan akibat kecelakaan lalu lintas terbilang tinggi, yakni 70,7% menderita kelumpuhan, dan 27,6% korban kecelakaan tanpa kelumpuhan kehilangan pekerjaannya. Terdapat juga 67,9% dari penderita kelumpuhan dan 24% korban kecelakaan tanpa kelumpuhan tetap menganggur dalam jangka waktu yang lama setelah kecelakaan.

Data terbaru Polda Metro Jaya juga menyebutkan, sepanjang 2015 sebanyak 1.621 perempuan mengalami kecelakaan di jalan raya. "Angka kecelakaan pada perempuan terus meningkat seiring meningkatnya perempuan pengendara di jalan raya saat ini.

askrida | Sumber : okezone.com & otosia.com