Kebutuhan akan Asuransi Cyber Meningkat

04 Jan 2016, 09:15

Jakarta - Serengan penjahat cyber yang makin masif menyebabkan adopsi asuransi cybermakin meningkat. Ada dua faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini. Pertama, peraturan baru yang mewajibkan perusahaan untuk merespons pelanggaran informasi. Kedua, peningkatan penjahat cyber yang menggunakan informasi yang dicuri untuk penipuan pembayaran, pencurian identitas, dan kejahatan lainnya.

Serangan-serangan cyber dan pelanggaran data menyebabkan kerusakan reputasi dan gangguan bisnis, tapi yang paling penting, semuanya ini menghabiskan biaya besar. Mengandalkan pertahanan IT saja bisa menciptakan rasa aman yang palsu. Namun, tidak ada organisasi yang kebal dari risiko.

“Pada tahun 2016 banyak perusahaan akan beralih ke asuransi cyber sebagai lapisan perlindungan lain, terutama karena serangan cyber mulai meniru serangan dunia nyata,” ujar Eugene Teo, Senior Manager Security Response Singapore.

Asuransi cyber menawarkan perlindungan bagi organisasi untuk mengurangi risiko mereka, tetapi perusahaan harus mempertimbangkan semua pilihan kover asuransi secara hati-hati. Ini bukan tentang mencentang kotak. Itu tentang menemukan kebijakan yang melindungi merek, reputasi, dan operasional perusahaan jika berhadapan dengan pelanggaran.

Asuransi cyber berkembang secepat perkembangan teknologi. Apa yang dicover saat ini tidak tersedia tiga tahun yang lalu, dan penambahan coverage asuransi akan terus dinegosiasikan di pasar tersebut setiap harinya karena pelanggaran data dan risiko cyber berkembang.

Sumber: http://www.beritasatu.com/digital-life/337316-kebutuhan-akan-asuransi-cyber-meningkat.html